Otomotif

Honda Rebel CMX500, Mengapa Moge “Pemberontak” Ini Jadi Favorit Pejabat Pajak?

rakyatdemokrasi
×

Honda Rebel CMX500, Mengapa Moge “Pemberontak” Ini Jadi Favorit Pejabat Pajak?

Sebarkan artikel ini
Honda Rebel CMX500, Mengapa Moge Pemberontak Ini Jadi Favorit Pejabat Pajak locusonline featured image Jan2026
image generated by AI

Ketika Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati dan sederet pejabat tinggi Direktorat Jenderal Pajak kompak memilih motor yang sama untuk koleksi pribadi, pasti ada alasan kuat di baliknya. Motor itu adalah Honda Rebel CMX500, sebuah “pemberontak” yang justru menawarkan kenyamanan dan kepraktisan.

[Locusonline.co] Honda Rebel CMX500 bukan sekadar motor gede (moge) biasa. Di Indonesia, motor cruiser ini mengukuhkan diri sebagai fenomena unik di kalangan birokrat, khususnya para pejabat Kementerian Keuangan dan Direktorat Jenderal Pajak (DJP). Popularitasnya melejit setelah terungkap dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) bahwa motor ini menjadi pilihan sejumlah nama besar.

tempat.co

Lalu, apa sebenarnya daya tarik Honda Rebel 500 hingga berhasil memikat selera para pejabat dengan posisi strategis ini? Artikel ini mengupas tuntas spesifikasi, keunggulan, dan alasan di balik tren menarik ini.

Profil Singkat: “Pemberontak” yang Ramah

Honda Rebel CMX500 pertama kali muncul di Indonesia pada tahun 2017 dan mengalami penyegaran pada tahun 2022. Meski mengusung nama “Rebel” yang berarti pemberontak, karakter sebenarnya justru sangat ramah dan mudah didekati, menjadikannya moge entry level yang sempurna bagi mereka yang baru ingin masuk ke dunia cruiser.

Dengan harga resmi Rp 199,838 juta untuk unit baru, Rebel 500 menawarkan gaya cruiser bobber yang autentik tanpa harga yang “fantastis” seperti moge kapasitas besar lainnya.

Spesifikasi dan Performa Honda Rebel CMX500

Sebagai motor cruiser, Rebel 500 dibangun dengan filosofi kesederhanaan dan kenyamanan berkendara. Berikut adalah rincian spesifikasinya:

  • Mesin: Mengadopsi mesin parallel twin 471cc 8-valve berpendingin cairan dari Honda CBR500R, namun dengan setelan yang diubah untuk menekankan torsi di putaran rendah yang padat dan penyaluran tenaga yang halus dan linear. Mesin ini menghasilkan tenaga puncak 44.9 hp (45 PS) pada 8.500 rpm dan torsi maksimal 43.6 Nm pada 5.500 rpm.
  • Dimensi dan Bobot: Dengan tinggi jok hanya 690 mm, Rebel 500 sangat rendah dan memudahkan hampir semua pengendara untuk menapak sempurna di tanah. Bobotnya yang sekitar 190 kg dalam kondisi penuh bensin membuatnya sangat ringan dan mudah dikendalikan untuk ukuran moge.
  • Kapasitas Tangki: Tangki bahan bakarnya berkapasitas 11.2 liter, yang diakui cukup terbatas untuk perjalanan jarak jauh, namun sesuai dengan karakter utamanya sebagai motor harian dan komuter yang lincah di perkotaan.
  • Fitur Keselamatan: Dilengkapi dengan sistem ABS (Anti-lock Braking System) dua saluran sebagai standar, memberikan rasa aman ekstra saat pengereman.

Mengapa Honda Rebel 500 Banyak Dipilih Pejabat Pajak?

Fenomena ini menarik perhatian publik. Berdasarkan data LHKPN, setidaknya ada enam pejabat tinggi yang tercatat memiliki Honda Rebel CMX500:

  1. Sri Mulyani Indrawati (Menteri Keuangan): Rebel 500 tahun 2019, taksiran harga Rp 145 juta.
  2. Mekar Satria Utama (Direktur Perpajakan Internasional DJP): Rebel 500 tahun 2018, taksiran harga Rp 120 juta.
  3. Peni Hirjanto (Sekretaris Direktorat Jenderal Pajak): Rebel 500 tahun 2019, taksiran harga Rp 158 juta.
  4. Awan Nurmawan Nuh (Inspektur Jenderal Kemenkeu): Rebel 500 tahun 2018, taksiran harga Rp 130 juta.
  5. Hestu Yoga Saksama (Direktur Peraturan Perpajakan I DJP): Rebel 500 tahun 2018, senilai Rp 130 juta.
  6. Imam Arifin (Direktur Transformasi Proses Bisnis DJP): Rebel 500 tahun 2019, senilai Rp 120 juta.

Marketing Director PT Astra Honda Motor (AHM), Octavianus Putro, menanggapi tren ini dengan santai. Menurutnya, Honda Rebel memang motor yang diminati berbagai kalangan, dan kebetulan salah satunya adalah para pejabat di lingkungan Kementerian Keuangan.

Namun, di balik pernyataan resmi tersebut, terdapat beberapa alasan logis yang bisa menjelaskan fenomena ini:

1. Posisi Berkendara yang Nyaman dan Rendah
Tinggi jok yang hanya 690 mm adalah faktor kunci. Bagi pejabat dengan beragam usia dan mungkin tidak setiap hari berkendara moge, kemampuan untuk menapak sempurna dengan mudah memberikan rasa percaya diri dan kenyamanan yang sangat besar. Ini mengurangi beban mental saat berhenti di lampu merah atau manuver di parkiran.

2. Karakter Mesin yang Santai dan Mudah
Dibandingkan moge sport dengan tenaga meledak-ledak, karakter mesin Rebel 500 yang linear dan fokus pada torsi bawah lebih mudah dikendalikan. Kopling yang ringan dan transmisi yang smooth membuatnya tidak melelahkan untuk dikendarai dalam kondisi lalu lintas Jakarta yang padat.

3. Gaya yang Klop dengan Selera Profesional
Desain bobber klasik Rebel 500 yang minimalis, elegan, dan tidak berisik sangat cocok dengan citra seorang profesional. Motor ini terlihat stylish tanpa kesan “norak” atau terlalu ekstrem, sehingga pas untuk digunakan dalam berbagai kesempatan, dari touring santai hingga sekadar menikmati akhir pekan.

4. Nilai yang Terjangkau dalam Segmen Moge
Dengan harga di kisaran Rp 200 juta untuk unit baru, Rebel 500 berada pada titik yang masuk akal untuk dimiliki sebagai kendaraan pribadi oleh seorang pejabat tinggi. Harga ini memberikan nilai prestise sebagai pemilik moge, tanpa harus masuk ke angka yang sangat tinggi dan berpotensi menimbulkan pertanyaan.

5. Komunitas dan Pengalaman Berkendara
AHM tidak hanya menjual produk, tetapi juga menggarap pengalaman melalui komunitas, touring, dan kegiatan sharing bagi pemilik big bike. Hal ini bisa menjadi nilai tambah bagi pejabat yang mungkin mencari sarana relaksasi dan jaringan di luar aktivitas profesionalnya.

Honda Rebel CMX500 berhasil menjadi “pemberontak” yang justru diterima dengan baik di lingkaran elit. Kombinasi antara desain yang stylish, kenyamanan berkendara yang tinggi, dan harga yang relatif terjangkau dalam segmennya menjadi formula yang tepat.

Motor ini membuktikan bahwa untuk menikmati gaya hidup cruiser, seseorang tidak selalu perlu memilih motor berkapasitas besar dengan harga selangit. Terkadang, “pemberontakan” yang paling bijak adalah memilih kendaraan yang tepat sesuai kebutuhan dan kenyamanan pribadi—sebuah prinsip yang tampaknya juga dipegang oleh para pejabat pajak kita. (**)

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow