LOCUSONLINE, GARUT – Pasar rakyat tak cukup hanya mengandalkan slogan “harga bersahabat” jika atap bocor dan lorong sempit masih jadi paket utama. Untuk itu, Pemkab Garut mengajukan permohonan bantuan revitalisasi pasar rakyat ke pemerintah pusat, dengan harapan pasar tradisional bisa kembali kompetitif, aman, dan nyaman tanpa bonus deg-degan saat belanja.
Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Energi Sumber Daya Mineral (Disperindag ESDM) Kabupaten Garut, Ridwan Effendi, mengatakan usulan tersebut disampaikan kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Perdagangan.
“Kami mengajukan beberapa pasar rakyat untuk direvitalisasi. Tujuannya jelas, agar pasar yang dikelola pemerintah ini bisa bersaing dengan tempat belanja lain dan lebih nyaman bagi masyarakat,” ujar Ridwan di Garut, Jumat.
Ridwan menjelaskan, saat ini terdapat 13 pasar rakyat di Garut yang dikelola pemerintah daerah. Salah satu yang masuk daftar prioritas adalah Pasar Induk Ciawitali di Kecamatan Tarogong Kidul, yang dinilai sudah waktunya naik kelas dari sekadar tempat transaksi menjadi ruang belanja yang manusiawi.
Menurutnya, revitalisasi bukan sekadar soal cat tembok atau papan nama baru, melainkan pembenahan fasilitas agar pasar tampil lebih menarik dan pengunjung betah berlama-lama memenuhi kebutuhan sehari-hari.
“Pasar rakyat harus punya tampilan dan fasilitas yang layak. Kalau nyaman, masyarakat pasti mau kembali belanja ke pasar,” katanya.
Baca Juga : TPP Masih “Puasa Sunnah” Puluhan Ribu PNS Jabar Menatap Rekening dengan Iman dan Kesabaran
Ridwan tak menampik, laporan di lapangan menunjukkan adanya penurunan minat masyarakat berbelanja di pasar tradisional. Penyebabnya beragam, mulai dari kondisi fasilitas hingga pilihan belanja lain yang dianggap lebih praktis.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










