[Locusonline.co] Sementara pembangunan flyover dan perbaikan jalan berskala besar menyita perhatian, sebuah program sederhana di wilayah pinggiran membawa perubahan nyata bagi rasa aman masyarakat. Pemasangan lampu jalan di RW 09 Kelurahan Pasirwangi, Kecamatan Ujungberung, yang semula gelap gulita, kini membuat warga setempat bisa bernapas lega dan beraktivitas dengan lebih tenang pada malam hari.
Sebelum intervensi pemerintah, kondisi ruas jalan di perbatasan Kota Bandung tersebut digambarkan sangat memprihatinkan. Ketua RT 05 RW 09, Junaedi, bercerita bahwa wilayahnya terasa seperti hutan karena begitu gelapnya pada malam hari. Minimnya pencahayaan tidak hanya menyulitkan mobilitas, tetapi juga kerap menimbulkan rasa tidak aman dan kekhawatiran bagi warga yang melintas maupun yang tinggal di sekitarnya.
Kondisi ini menciptakan kecemasan akan potensi gangguan keamanan dan kriminalitas yang umum terjadi di area gelap dan sepi. Akibatnya, kegiatan masyarakat di malam hari sangat terbatas, dan kualitas lingkungan permukiman di wilayah pinggiran ini jauh dari kata nyaman.
Keamanan dan Kenyamanan yang Dirasakan Langsung
Pemasangan Penerangan Jalan Umum (PJU) dan Penerangan Jalan Lingkungan (PJL) oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung telah mengubah situasi secara drastis.
“Sekarang alhamdulillah dengan ada program dari Dishub… wilayah kami bisa terang seperti ini. Kita sebagai masyarakat jadi lebih tenang, lebih nyaman,” ujar Junaedi, mengungkapkan rasa syukur dan apresiasinya atas perhatian pemerintah kota.
Perubahan yang paling dirasakan adalah peningkatan rasa aman. Warga tidak lagi merasa waswas untuk beraktivitas atau melintas di malam hari. Junaedi berharap keberadaan penerangan ini dapat efektif menekan potensi tindak kriminalitas di wilayahnya. Program ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kota Bandung untuk meningkatkan kualitas lingkungan permukiman, khususnya di daerah pinggiran kota yang berbatasan langsung dengan wilayah lain.
Infrastruktur Jalan sebagai Prioritas di Jawa Barat
Kebijakan penerangan di Pasirwangi bukanlah sebuah langkah yang berdiri sendiri. Ia terjadi dalam konteks komitmen besar-besaran pemerintah daerah di Jawa Barat untuk memperbaiki dan meningkatkan infrastruktur jalan.
Berikut adalah beberapa proyek infrastruktur jalan utama yang sedang berlangsung di wilayah Bandung Raya dan sekitarnya:Proyek Infrastruktur Lokasi & Skala Target & Anggaran Status Terkini & Dampak yang Diharapkan Penerangan Jalan (PJU/PJL) Kota Bandung (Pasirwangi, Ujungberung) Program lokal Pemkot Bandung Selesai & Beroperasi. Meningkatkan keamanan & kenyamanan warga di kawasan perbatasan. Flyover Nurtanio Kota Bandung (Kawasan Andir), 550 meter Target selesai akhir 2025. Proyek Kementerian PU. Progres 65% (per Nov 2025). Mengurai kemacetan parah, mendukung operasional kereta cepat Whoosh. Perbaikan Jalan Kab. Bandung Kab. Bandung, 500 km jalan rusak. Anggaran Rp 1 Triliun (2025-2027). Target tuntas 3 tahun. Berjalan. Fokus perbatasan (Cianjur & Garut). Contoh: Jalan Kendeng-Londok (22 km) sedang dikerjakan. Rekonstruksi Jalan Batas Bandung-Cianjur Perbatasan Kab. Bandung-Cianjur, 8.7 km. Nilai Kontrak Rp 37,39 Miliar. Progres 63% (per Sept 2025). Meningkatkan aksesibilitas & pariwisata dengan panorama alam Cianjur.
Dari tabel di atas, terlihat bahwa pendekatan penanganan infrastruktur dilakukan secara berlapis. Selain proyek strategis nasional seperti Flyover Nurtanio yang menangani simpul kemacetan utama, pemerintah kabupaten juga fokus pada perbaikan jalan lintas wilayah dan akses wisata, yang sangat vital untuk mobilitas ekonomi warga. Proyek di Pasirwangi melengkapi upaya-upaya besar ini dengan menyasar kebutuhan dasar dan mendesak di tingkat komunitas paling lokal.
Sinergi untuk Konektivitas dan Kesejahteraan
Keberhasilan program penerangan di Pasirwangi menunjukkan bahwa intervensi yang tepat sasaran, meskipun secara fisik sederhana, dapat memberikan dampak sosial yang sangat berarti. Hal ini sejalan dengan semangat berbagai proyek infrastruktur lain yang sedang digalakkan.
Ke depan, sinergi antara program pembangunan berskala besar—yang meningkatkan konektivitas antar kawasan—dengan program pelayanan dasar seperti ini—yang meningkatkan kualitas hidup di tingkat lingkungan—akan menjadi kunci untuk menciptakan kesejahteraan yang lebih merata. Seperti yang diharapkan Junaedi, langkah kecil penerangan jalan ini diharapkan dapat terus diperluas ke wilayah-wilayah lain, menciptakan Kota Bandung yang tidak hanya terhubung dengan baik, tetapi juga aman dan nyaman bagi seluruh warganya, hingga ke pelosok perbatasannya. (**)













