LOCUSONLINE, JAKARTA – Plastik rupanya tak puas hanya mengapung di laut atau nyangkut di selokan. Versi mikronya kini ikut numpang hidup di tubuh manusia. Mikroplastik yang tertelan dapat menempel di dinding usus, memicu peradangan, dan perlahan menggerogoti sistem imun. Karena sifatnya yang mudah berpindah dan nyaris tak terlihat, partikel ini sudah mapan bercokol di rantai makanan global tanpa perlu minta izin.
Masalahnya, mikroplastik bukan lagi tamu langka. Sejumlah pangan yang rutin hadir di meja makan diketahui sarat partikel plastik. Dalam riset yang dimuat jurnal Environmental Research, peneliti menelusuri lebih dari selusin sumber protein yang lazim dikonsumsi masyarakat, mulai dari daging sapi, ayam, babi, berbagai jenis udang dan makanan laut, tahu, hingga produk alternatif nabati seperti nugget vegan, remah protein nabati mirip daging cincang, dan stik ikan berbahan tumbuhan.
Baca Juga : Dari Taman Nasional Sampai Sawah Rakyat: Alam Dijaga di Pidato, Digerogoti di Lapangan
Hasilnya jauh dari menenangkan. Hampir 90 persen sampel protein tersebut terdeteksi mengandung mikroplastik. Artinya, makan sehat pun kini tak sepenuhnya steril dari plastik.
Temuan itu diperkuat riset lain yang dipublikasikan dalam Environmental Science pada Agustus 2020. Studi tersebut menemukan antara 52.050 hingga 233.000 partikel plastik berukuran di bawah 10 mikrometer dalam aneka buah dan sayuran. Apel dan wortel muncul sebagai “juara”, dengan kandungan lebih dari 100 ribu partikel mikroplastik per gram.
Ironisnya, ukuran partikel pun punya cerita sendiri. Mikroplastik terkecil banyak ditemukan di wortel, sementara potongan plastik berukuran relatif besar justru bercokol di selada.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










