“Dengan lebih dari 100 ribu rumah masih menunggu sambungan listrik, tantangan terbesar pemerintah daerah kini bukan lagi merancang program, melainkan membuktikan bahwa janji penerangan tidak berhenti di baliho dan dokumen perencanaan.”
LOCUSNLINE, BANDUNG – Di saat era digital menuntut semua serba terang dan cepat, lebih dari 100 ribu rumah tangga kurang mampu di Jawa Barat masih harus bersabar hidup dalam keterbatasan akses listrik. Program Listrik Desa yang digadang-gadang sebagai solusi, hingga kini masih berjalan dengan irama lambat.
Komisi IV DPRD Jawa Barat mengaku terus mengawasi realisasi program tersebut, di tengah besarnya pekerjaan rumah pemerintah daerah dalam menuntaskan rasio elektrifikasi.
Ketua Komisi IV DPRD Jabar, Rizaldy Danar Priambodo, menyebut kebutuhan sambungan listrik gratis di wilayahnya masih menumpuk dan belum tersentuh sepenuhnya.
“Kalau diakumulasi, jumlah rumah yang masih menunggu program ini lebih dari 100 ribu. Artinya, masih banyak warga yang hidup tanpa akses listrik layak,” ujar Rizaldy di Bandung, Rabu.
Rizaldy mengakui, laju Program Listrik Desa sangat bergantung pada kekuatan anggaran daerah. Ketika fiskal melemah, target pun ikut melambat.
Meski begitu, Komisi IV menegaskan tetap mendorong agar program tersebut berjalan secara bertahap dan tidak berhenti di tengah jalan.
“Kami mendorong agar realisasinya terus berlanjut, meskipun harus dilakukan secara bertahap sesuai kemampuan keuangan daerah,” katanya.
Sebagai bagian dari pengawasan, Komisi IV DPRD Jabar melakukan peninjauan langsung ke Kelurahan Cibabat, Kota Cimahi, pada Senin (2/2). Di lokasi tersebut, hanya tujuh rumah tangga yang baru menikmati sambungan listrik gratis dalam satu hingga dua bulan terakhir.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”












