Bandung

Coffee Shop Menjamur, Pemkot Bandung Siapkan SDM Barista

rakyatdemokrasi
×

Coffee Shop Menjamur, Pemkot Bandung Siapkan SDM Barista

Sebarkan artikel ini
Coffee Shop Menjamur, Pemkot Bandung Siapkan SDM Barista locusonline featured image Feb

[Locusonline.co] Bandung — Menjamurnya coffee shop dan menguatnya budaya ngopi di kalangan anak muda Kota Bandung tidak hanya menjadi fenomena gaya hidup, tetapi juga lahan subur bagi penciptaan lapangan kerja. Menangkap peluang ini, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung melalui Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) secara proaktif menggelar pelatihan barista dasar bagi warga. Program ini merupakan strategi jitu untuk menekan angka pengangguran dengan membekali generasi muda dengan keterampilan yang sangat relevan dan dibutuhkan pasar kerja saat ini.

Pelatihan yang diselenggarakan oleh Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Berkat Abadi Mandiri (BAM) ini dirancang tidak sekadar mengajarkan cara menyeduh kopi, tetapi sebagai sebuah kursus komprehensif tentang sains dan seni di balik secangkir kopi.

tempat.co

Dari Sejarah ke Sains: Kurikulum Komprehensif Barista Masa Kini

Di bawah bimbingan instruktur bersertifikasi BNSP Level 3, para peserta dibimbing melalui perjalanan lengkap dunia kopi. Pimpinan LPK BAM, Wawan Sukarnawan, menjelaskan bahwa materi dimulai dari akarnya.

“Peserta diajak memahami perjalanan kopi dari Ethiopia hingga masuk ke Nusantara, lengkap dengan proses pasca panen, pengolahan green bean, hingga tahap roasting,” jelas Wawan.

Namun, puncak dari pemahaman teoritis itu ada pada sesi coffee cupping (uji rasa kopi). Sesi ini dinilai krusial untuk melatih kepekaan indera penciuman dan perasa (sensory skills) seorang calon barista. “Ini penting agar mereka mampu menganalisis dan memahami karakter rasa yang kompleks—tidak hanya pahit, tetapi juga nuansa asam, manis, hingga fruity,” tambah Wawan.

Dominasi Praktik: Membangun Skill yang Siap Pakai

Sejalan dengan program pelatihan Disnaker sebelumnya, pelatihan barista ini mengutamakan pendekatan 70% praktik dan 30% teori. Para peserta secara langsung berlatih dengan peralatan standar industri, menguasai dua pilar utama teknik penyajian:

  1. Teknik Manual Brew: Seperti V60, Aeropress, dan French Press untuk mengekstrak karakter kopi single origin.
  2. Pengoperasian Mesin Espresso: Mulai dari menggiling biji kopi, tamping, hingga mengekstrak shot espresso yang sempurna sebagai dasar berbagai minuman seperti latte, cappuccino, dan americanos.

Dengan metode ini, peserta diharapkan langsung memiliki kompetensi yang dapat diterapkan di dunia kerja nyata selepas pelatihan.

Dampak Ganda: Penciptaan Pekerja dan Perekrutan Wirausaha Baru

Program ini memiliki tujuan ganda yang strategis. Selain untuk mencetak tenaga kerja terampil yang siap diserap oleh ratusan kedai kopi di Bandung, pelatihan ini juga dirancang untuk mendorong kemandirian ekonomi melalui wirausaha.

Seperti yang diungkapkan Wawan, program ini diharapkan dapat membantu menekan angka pengangguran dan kemiskinan, sekaligus mendorong masyarakat agar lebih produktif dan mandiri. “Dengan skill ini, peserta bisa memilih untuk bekerja di coffee shop ternama atau bahkan merintis usaha mikro mereka sendiri, seperti coffee cart atau kedai kecil,” ujarnya.

Testimoni Generasi Z: Melihat Kopi Sebagai Peluang Karir

Antusiasme terhadap program ini tercermin dari peserta seperti Fio Qalby. Bagi Fio dan banyak anak muda Gen Z lainnya, kopi telah menjadi bagian dari identitas dan interaksi sosial. “Di balik kebiasaan ngopi, ternyata kopi itu kompleks dan penuh ilmu,” ujarnya, terkesan dengan kedalaman materi yang diberikan.

Pengalaman coffee cupping menjadi momen paling berkesan baginya, membuka wawasan bahwa profesi barista adalah perpaduan antara keterampilan teknis dan kepekaan seni. Impian Fio jelas: “Ke depan, saya ingin menjadi barista profesional dan, jika memungkinkan, membuka usaha coffee shop sendiri.”

Harapannya, Pemkot Bandung dapat memperbanyak program serupa agar semakin banyak anak muda yang memiliki bekal untuk bersaing di industri kreatif yang sedang berkembang pesat ini.

Strategi Ke Depan: Menjadikan Bandung sebagai Kota Pusat Talenta Kuliner Kreatif

Pelatihan barista ini adalah bagian dari peta besar Pemkot Bandung dalam membangun ekosistem ketenagakerjaan yang adaptif dan berbasis kompetensi. Dengan fokus pada sektor-sektor yang sedang tumbuh pesat—seperti industri kreatif, kuliner, dan teknologi—pemerintah berupaya menciptakan keselarasan antara supply tenaga kerja terampil dengan demand dari dunia usaha.

Keberhasilan program seperti ini tidak hanya diukur dari jumlah peserta, tetapi dari tingkat penyerapan tenaga kerja dan kemunculan usaha-usaha mikro baru yang akan menggerakkan roda ekonomi lokal. Dengan terus memperluas jenis pelatihan vokasi yang sesuai dengan tren pasar, Bandung sedang mempersiapkan generasi mudanya bukan hanya untuk mencari pekerjaan, tetapi untuk menciptakan lapangan kerja dan memimpin tren ekonomi kreatif di masa depan. (**)

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow