Tampilnya tenun Garut di Grammy bukan sekadar pencapaian industri mode, melainkan ironi sekaligus prestasi. Saat para perajin bekerja sunyi di balik alat tenun, karya mereka justru bersinar di panggung internasional sementara dukungan negara sering tertinggal di ruang seminar dan baliho promosi.
Dari Garut ke Los Angeles, tenun tradisional membuktikan bahwa kualitas tidak mengenal batas geografis. Yang masih perlu diperjuangkan, barangkali, adalah keseriusan negara agar prestasi budaya tak hanya dirayakan saat sudah diakui dunia.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”









