[Locusonline.co] GARUT – Komitmen Pemerintah Kabupaten Garut untuk membuka isolasi dan mendorong pemerataan pembangunan di wilayah selatan diwujudkan melalui aksi lapangan langsung. Pada Rabu (3 Februari 2026), Bupati Garut, Abdusy Syakur Amin, memimpin timnya dalam monitoring intensif sepanjang ruas Jalan Karangsewu di Kecamatan Cisewu, wilayah Garut Selatan.
Kunjungan ini bukan sekadar simbolis, melainkan langkah strategis untuk merancang intervensi yang tepat sasaran. Didampingi langsung oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) serta Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (BAPPEDA), rombongan Bupati menyusuri rute sepanjang lebih dari 20 kilometer, mulai dari Kantor Kecamatan Caringin, melewati Desa Samudera Jaya, Karangsewu, Panggalih, hingga berakhir di Pamalayan.
“Mata-Mata di Lapangan” untuk Rencana yang Matang
Dalam keterangannya, Bupati Syakur menekankan pentingnya data primer sebelum eksekusi. “Ini adalah langkah awal yang krusial. Kita perlu melihat, merasakan, dan mendokumentasikan langsung kondisi riil di lapangan untuk mematangkan rencana perbaikan,” jelasnya.
Peninjauan langsung ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kerusakan jalan, geometri jalan, serta potensi tantangan teknis dan lingkungan yang akan dihadapi. Kehadiran dua pejabat kunci—PUPR dan Bappeda—dalam satu waktu menunjukkan pendekatan terintegrasi antara perencanaan anggaran dan teknis pelaksanaan.
Lebih dari Sekadar Perbaikan: Konektivitas untuk Ekonomi dan Pariwisata
Bupati Syakur menyoroti dua dampak strategis dari perbaikan ruas jalan ini:
- Integrasi Logistik dan Pengurangan Ketimpangan: “Intervensi kita mutlak diperlukan agar jalur utama di selatan ini terkoneksi optimal dengan jalan nasional,” ujarnya. Akses yang lancar akan mempercepat distribusi hasil pertanian, perkebunan, dan ternak dari wilayah selatan ke pusat-pusat ekonomi, sekaligus meminimalisir kesenjangan antarwilayah.
- Membuka “Harta Karun” Wisata Alam Garut Selatan: Dengan antusias, Bupati menyampaikan potensi besar yang ia saksikan. “Pemandangannya sangat bagus, alamnya menakjubkan. Ini adalah aset wisata alam (nature tourism) dan agrowisata yang belum tergarap maksimal hanya karena kendala akses,” tambahnya. Perbaikan jalan diyakini akan menjadi katalisator bagi tumbuhnya homestay, kuliner lokal, dan usaha jasa pemandu wisata, yang langsung mensejahterakan masyarakat sekitar.
Rencana Aksi: Bertahap, Prioritas, dan Berkelanjutan
Menyadari kompleksitas dan kebutuhan anggaran yang besar, Bupati Garut menyampaikan skema realistik. “Kita akan lakukan perbaikan secara bertahap dan sistematis, sesuai dengan skala prioritas dan kemampuan keuangan daerah,” paparnya.
Langkah ini mengindikasikan pendekatan yang bijak:
- Fase Awal (Short-term): Perbaikan titik-titik kritis (critical point) yang paling mengganggu akses dan berbahaya.
- Fase Menengah (Medium-term): Peningkatan kualitas ruas-ruas jalan penghubung desa (desa-kecamatan).
- Fase Jangka Panjang (Long-term): Integrasi penuh dan peningkatan standar jalan menuju standar kabupaten yang baik, dengan mempertimbangkan aspek keberlanjutan dan kelestarian lingkungan di sekitarnya.
Komitmen yang Transparan dan Partisipatif
Dengan adanya kunjungan lapangan yang dipublikasikan ini, Pemkab Garut mengirimkan pesan kuat tentang tata kelola pemerintahan yang transparan dan responsif. Masyarakat diajak untuk melihat proses awal dari sebuah kebijakan publik.
Harapannya, rencana bertahap ini segera mendapatkan konfirmasi alokasi anggaran dan dapat segera dimulai pelaksanaan fase pertamanya. Jalan Karangsewu yang baik nantinya bukan hanya tentang aspal mulus, tetapi tentang konektivitas, peluang ekonomi baru, dan pemerataan pembangunan yang berkeadilan bagi seluruh warga Garut Selatan. (**)














