“Di tengah ambisi mencetak SDM global, pemerintah kini memperketat pengawasan. Pesannya lugas belajar boleh ke mana saja, tapi tanggung jawab jangan ikut hilang di bandara.”
LOCUSONLINE, JAKARTA – Jagat maya mendadak riuh setelah video seorang penerima beasiswa negara melontarkan kalimat yang bikin alis publik terangkat: “cukup aku saja yang WNI, anak-anakku jangan.” Ucapan itu datang dari Dwi Sasetyaningtyas, awardee Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP), dan langsung menyulut perdebatan soal loyalitas, etika, hingga tanggung jawab penerima dana publik.
LPDP sendiri merupakan badan layanan umum di bawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Artinya, beasiswa yang diberikan bukan hasil undian berhadiah, melainkan bersumber dari pajak dan pembiayaan negara.
Awalnya, Dwi mengunggah video yang memperlihatkan surat dari Home Office Britania Raya terkait kewarganegaraan Inggris bagi anak keduanya. Dalam pernyataannya, ia menyiratkan keinginan agar anak-anaknya memiliki paspor asing yang lebih “kuat”.
Warganet bereaksi keras. Sorotan publik makin tajam karena Dwi dan suaminya, Arya Iwantoro, sama-sama penerima beasiswa LPDP.
Setelah gelombang kritik menguat, Dwi menyampaikan permohonan maaf. Ia menyebut pernyataan tersebut lahir dari rasa kecewa dan frustrasi pribadi terhadap kondisi yang ia rasakan sebagai warga negara Indonesia.
Secara administratif, Dwi tercatat telah menyelesaikan studi S2 pada 31 Agustus 2017 serta menuntaskan masa pengabdiannya. Namun persoalan muncul pada Arya, yang menamatkan studi S3 di Belanda dan belum memenuhi kewajiban kontribusi di Indonesia.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”













