“Sepertinya apa yang diucapkan Wabup Garut Putri Karlina seirama dengan tudingan sejumlah pihak selama ini,” tandas bakti.
Bakti pun menirukan statemen Putri Karlina yang viral baru-baru ini. Menurutnya, ada gayung bersambut dengan tuduhan salah satu pihak terkait adanya dugaan pengkondisian proyek oleh keluarga G1 dengan statemen Putri Karlina.
“Disaat ada tudingan keluarga G1 mengkondisikan proyek, ada kalimat dari Putri Karlina yang berbunyi seperti ini “Satu tahun gak ada perubahan, wajar, gaya kepemimpinannya begini, slooow, yang dibawah sloow. Aku gak main proyek ya. Demi Allah juga gak mainan proyek, kalau ada yang atas nama, gak ada, gak ada. Gak boleh. Kalau ibu bapak ngebedain saya main proyek atau enggak, saya jual beli jabatan atau enggak lihat saja kelakuan saya. Kalau ahlak saya kurang ajar, biasanya itu hasil dari duit gak bener”. Bagi kami, kalimat ini seakan bersesuaian dengan tudingan masyarakat selama ini,” papar bakti menirukan ucapan Putri Karlina.
Dari pernyataan itu, papar Bakti, mudah-mudahan Wakil Bupati Garut bisa membongkar prilaku pejabat yang bermain proyek dan melakukan praktek jual beli jabatan.
“Pertanyaannya, kenapa Wabup Garut bicara soal permainan proyek dan jual beli jabatan? Kalau semisal memang ada praktek-praktek itu, semoga ibu Putri Karlina bisa membongkar dan melakukan tindakan yang tegas, seperti membawa persoalan tersebut ke ranah hukum agar ada efek jera,” imbuhnya.
Bakti berharap, Garut kedepan bisa menjadi daerah yang lebih maju, berkembang dan sejahtera. Siapapun pemimpinnya diharapkan memiliki kedewasaan, dermawan dan negarawan.

Trusted source for uncovering corruption scandal and local political drama in Indonesia, with a keen eye on Garut’s governance issues










