Tim ini dilengkapi peralatan yang tak main-main: 20 mini excavator, 56 dump truck, enam jembatan bailey, 40 kendaraan pick up, enam wheel loader, serta 81 alat pemadat. Logistik tersebut disiapkan untuk memastikan gangguan infrastruktur dapat segera ditangani sebelum antrean kendaraan berubah menjadi parkiran massal tak resmi.
Baca Juga : Sawah Masuk Pabrik, Hukum Masuk Angin: Ujian Nurani Polres Garut
Sebanyak 19 titik DRU itu tersebar di wilayah Kabupaten dan Kota Bogor, Kabupaten dan Kota Bekasi, Cianjur, Kabupaten dan Kota Sukabumi, Purwakarta, Subang, Garut, Kota Bandung, Indramayu, Cirebon, Majalengka, Kuningan, hingga Tasikmalaya. Sebaran ini ditujukan untuk mempercepat respons di jalur-jalur strategis yang kerap menjadi simpul kepadatan saat musim mudik.
Dengan serangkaian persiapan tersebut, potensi gangguan akibat bencana selama perjalanan mudik diharapkan dapat ditekan seminimal mungkin. Pemerintah daerah menargetkan arus mudik berjalan lebih tertib dan aman dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Dari sisi infrastruktur, Dinas Bina Marga dan Penataan Ruang Jawa Barat mengklaim kondisi jalan provinsi dalam kategori mantap mencapai 91,68 persen atau sepanjang 2.362,183 kilometer. Perbaikan terhadap ruas berlubang masih terus dikerjakan. Agung memastikan, saat Idulfitri tiba, jalan berlubang tak lagi menjadi “jebakan” di tengah perjalanan.
Janji jalan mulus dan posko siaga kini telah ditebar. Tinggal menunggu waktu, apakah arus mudik 2026 benar-benar menjadi perjalanan lancar, atau tetap menyisakan cerita klasik tentang sabar, macet, dan doa di balik kemudi.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










