LOCUSONLINE, TANGERANG – Kabupaten Pangandaran sempat mendapat “sapaan” tektonik pada Minggu (1/3/2026) pukul 10.19 WIB. Gempa berkekuatan magnitudo 3,1 tercatat mengguncang wilayah tersebut, cukup terasa namun belum sampai membuat dinding panik.
Berdasarkan analisis BMKG, episenter gempa berada pada koordinat 7,66 LS dan 108,38 BT. Lokasinya teridentifikasi di darat, sekitar 13 kilometer barat Kabupaten Pangandaran, dengan kedalaman 128 kilometer.
Kepala BBMKG Wilayah II Tangerang, Hartanto, menjelaskan bahwa dengan melihat posisi episenter dan kedalaman hiposenter, gempa tersebut tergolong gempa menengah yang dipicu aktivitas sesar aktif.
Berdasarkan estimasi peta guncangan (shakemap) dan laporan masyarakat, getaran dirasakan di Kecamatan Pangandaran dengan skala intensitas II MMI. Pada tingkat ini, guncangan umumnya hanya dirasakan sebagian orang, sementara benda ringan yang digantung tampak bergoyang.
Hartanto memastikan hingga laporan terakhir belum terdapat informasi mengenai kerusakan bangunan akibat gempa tersebut. Pemantauan hingga pukul 10.55 WIB juga belum menunjukkan adanya gempa susulan.
BMKG mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi. Informasi resmi diminta hanya mengacu pada kanal komunikasi BMKG.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa aktivitas tektonik di wilayah Jawa Barat tetap dinamis. Meski kali ini dampaknya relatif ringan, kewaspadaan dan akses pada informasi resmi tetap menjadi kunci dalam menghadapi setiap potensi gempa bumi.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”











