Baca Juga : Dedi Mulyadi Klaim Jabar Tak Bokek, Cuma Dana Pusat Lagi Nyangkut
Dalam pemaparannya, Nining mengakui masih adanya kesenjangan kapasitas dan standar kualitas produk IKM Jabar. Keterbatasan sumber daya serta daya saing terhadap produk impor menjadi pekerjaan rumah yang belum tuntas.
Ia menegaskan, pengembangan IKM tidak cukup berhenti pada promosi dan pameran. Produk lokal harus masuk ke rantai pasok industri dan menjadi bagian dari value chain yang mampu menggantikan bahan impor. Menurutnya, tantangan terbesar bukan sekadar produksi, melainkan keberlanjutan usaha dan keberanian untuk bertransformasi.
Pemprov Jabar, lanjutnya, secara konsisten memberikan fasilitasi standardisasi setiap tahun melalui dukungan pemerintah daerah maupun pusat. Program inkubasi 2026 difokuskan pada penguatan kapasitas manajerial yang lebih modern, termasuk digitalisasi keuangan, serta membuka akses permodalan melalui peluang bertemu investor.
Dengan pendekatan kolaboratif ini, pemerintah daerah menargetkan IKM Jawa Barat tak hanya bertahan di pasar lokal, tetapi mampu menembus pasar nasional hingga global dengan fondasi usaha yang lebih kuat dan terstruktur.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”












