Merujuk Kementerian Pertahanan UEA, Iran menembakkan 137 rudal dan 209 drone ke berbagai target di wilayah negara itu. Kebakaran dan asap dilaporkan terlihat di sejumlah kawasan ikonik, termasuk pengembangan tepi laut The Palm dan hotel Burj Al Arab.
Di Qatar, yang menjadi lokasi pangkalan militer terbesar Amerika Serikat di kawasan, pejabat setempat menyatakan Iran meluncurkan 65 rudal dan 12 drone. Sebagian besar berhasil dicegat, namun delapan orang dilaporkan terluka, satu di antaranya dalam kondisi kritis.
Sejumlah analis menilai negara-negara Teluk kini berada di garis depan konflik. Analis keamanan kawasan, Anna Jacobs, menyatakan bahwa komitmen negara-negara tersebut terhadap de-eskalasi dan diplomasi tengah diuji. Jika serangan terus berlanjut, ruang untuk bersikap pasif akan semakin menyempit.
Negara-negara Arab di Teluk yang kaya minyak dan gas selama ini dikenal sebagai sekutu lama Amerika Serikat dan menjadi tuan rumah berbagai pangkalan militernya. Dengan posisi geografis yang berhadapan langsung dengan Iran, dinamika konflik ini berpotensi memperluas dampak keamanan regional.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”











