Baca Juga : Dedi Mulyadi Klaim Jabar Tak Bokek, Cuma Dana Pusat Lagi Nyangkut
Syakur menegaskan, kemajuan daerah tidak akan lahir dari ruang yang gaduh. Keamanan, ketertiban, dan kedamaian, menurutnya, adalah prasyarat utama bagi investasi, pertumbuhan, dan kesejahteraan. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk berkomitmen menjaga stabilitas sebagai modal bersama membangun Garut yang lebih maju.
“Oleh karena itu saya mohon bantuannya, bapak ibu semua untuk bersama-sama memiliki komitmen untuk memajukan Garut yang maju dan hebat. Satu modal utamanya adalah keamanan, ketertiban, dan kedamaian,” ujarnya.
Sementara itu, inisiator kegiatan, Agustine Merdekawati, menilai tahun 2026 menghadirkan suasana istimewa. Perayaan Tahun Baru Imlek 2577 yang berdekatan dengan Ramadan 1447 Hijriah dinilainya sebagai momentum langka yang merepresentasikan harmoni budaya dan agama. Dekorasi Imlek yang berdampingan dengan nuansa Ramadan disebutnya sebagai simbol kebhinekaan yang hidup, bukan sekadar slogan.
Agustine menegaskan, toleransi bukan berarti mencampuradukkan keyakinan, melainkan membangun pemahaman agar perbedaan tidak berubah menjadi prasangka. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada jajaran Forkopimda atas peran mereka menjaga kondusivitas wilayah.
Acara ditutup dengan harapan agar silaturahmi antarumat beragama di Garut semakin erat. Perbedaan, menurut para penyelenggara, bukan untuk dipertentangkan, melainkan dirawat sebagai warna yang memperkaya wajah Indonesia.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”












