[Locusonline.co] BANDUNG – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menyatakan kesiapan penuh menjadi tuan rumah Pekan Paralimpik Daerah (Peparda) VII Jawa Barat Tahun 2026. Komitmen ini diungkapkan Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, saat menerima kunjungan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Barat di Pendopo Kota Bandung, Senin (2/3/2026).
Peparda VII bukan sekadar ajang olahraga biasa. Bagi Farhan, event ini memiliki nilai strategis ganda: kejuaraan olahraga sekaligus kisah kemanusiaan (human story) yang inspiratif dari para atlet disabilitas.
“Paralimpik itu sangat penting. Saya tahu betul bahwa ini adalah satu event yang punya nilai tersendiri,” ujar Farhan, yang mengaku memiliki kedekatan dengan dunia paralimpik sejak terlibat dalam National Paralympic Committee Indonesia (NPCI) pada gelaran sebelumnya.
Bandung: Destinasi Utama Wisata Olahraga 2026
Lebih jauh, Farhan menegaskan bahwa Peparda VII menjadi momentum strategis untuk memperkuat posisi Bandung sebagai destinasi utama wisata olahraga pada tahun 2026.
“Kami mencanangkan 2026 sebagai tahun Kota Bandung menjadi destinasi utama wisata olahraga. Jadi secara sosial, keolahragaan, dan ekonomi, nilainya sangat tinggi bagi kami,” katanya.
Dengan demikian, kesuksesan Peparda VII akan memberikan dampak berlipat: tidak hanya pada prestasi atlet, tetapi juga pada promosi pariwisata dan perputaran ekonomi kota.
Target Ganda: Sukses Penyelenggaraan dan Prestasi
Farhan menargetkan dua hal utama dalam Peparda VII nanti. Pertama, kesuksesan dari sisi penyelenggaraan. Kedua, capaian prestasi yang membanggakan. Karena itu, ia meminta Dispora, NPCI, dan seluruh pemangku kepentingan untuk mengawal serius persiapan teknis, dukungan politik, hingga pengelolaan yang transparan.
“Kota Bandung siap mendukung 100 persen. Penyelenggaraan harus sukses, prestasi juga harus sukses, ” tegasnya.
Kota Ramah Disabilitas: Menyambut Peserta dari 26 Kota/Kabupaten
Farhan juga menyoroti pentingnya pemanfaatan ruang-ruang publik yang ramah disabilitas sebagai bagian dari promosi dan edukasi. Beberapa infrastruktur yang sudah siap antara lain:
- Trotoar akses disabilitas di kawasan Taman Lalu Lintas
- Alun-alun Kota Bandung yang semakin inklusif
- Berbagai ruang publik lainnya yang terus dibenahi
“Kita ingin peserta dari 26 kota/kabupaten bukan hanya bertanding, tapi juga merasakan Bandung sebagai kota yang ramah disabilitas, ” tuturnya.
17 Cabang Olahraga, Venue Tersebar di Bandung Raya
Dalam paparan Dispora Jabar, sebanyak 17 cabang olahraga akan dipertandingkan dengan memanfaatkan berbagai venue yang tersebar di Kota Bandung dan sekitarnya. Berikut rinciannya:Cabang Olahraga Venue Atletik Stadion Arcamanik Catur Hotel Horison Anggar Hotel Horison Angkat Berat Hotel Grand Pasundan Boccia Hotel Grand Pasundan Renang Kolam Renang UPI Bandung Judo Laga Satria Arcamanik Taekwondo Laga Tangkas Arcamanik Goalball Laga Tangkas Arcamanik Tenis Meja Youth Centre Arcamanik Tenis Kursi Roda Lapang Tenis Taman Maluku Voli Duduk GOR Pajajaran Tenpin Bowling Siliwangi Bowling Centre Panahan Lapang Softball Arcamanik Menembak GOR Menembak Lodaya Balap Sepeda Velodrome Cimahi Bulutangkis GOR Lodaya
Semangat Efisiensi dan Kolaborasi
Kepala Dispora Jawa Barat, Hery Antasari, yang hadir menyerahkan secara simbolis SK Gubernur terkait penetapan Kota Bandung sebagai tuan rumah, menjelaskan bahwa semangat multievent olahraga saat ini adalah efisiensi dan kolaborasi.
NPCI dan pemerintah daerah didorong untuk berinovasi dalam pembiayaan di luar APBD, termasuk membuka peluang sponsor sesuai regulasi. “Prestasi harus tetap dijaga dan penyelenggaraan harus tetap berkualitas di tengah berbagai tantangan,” ujarnya.
Dengan komitmen kuat dari Wali Kota, dukungan penuh pemerintah provinsi, serta kesiapan venue dan infrastruktur pendukung, Kota Bandung optimistis dapat menjadi tuan rumah yang sukses untuk Peparda VII Jawa Barat Tahun 2026.
Event ini bukan hanya tentang pertandingan, tetapi juga tentang kesetaraan, inspirasi, dan kemanusiaan. Bandung siap menyambut para atlet terbaik Jawa Barat dengan tangan terbuka dan hati yang ramah. (**)













