Jumat, 5 Juni 2026

Board of Peace atau Board of War? DPR Minta RI Angkat Kaki Sebelum Terseret Arus

Photo Author
Bhegin, Locusonline.co
- Rabu, 4 Maret 2026 | 12:22 WIB
Gambar Ilustrasi Ai
Gambar Ilustrasi Ai


LOCUSONLINE, JAKARTA - Ketika bom meledak di Timur Tengah, gema politiknya sampai ke Senayan. Anggota Komisi I DPR RI, TB Hasanuddin, mendesak pemerintah keluar dari Board of Peace (BoP) menyusul invasi Amerika Serikat dan Israel ke Iran. Menurutnya, keikutsertaan Indonesia dalam forum tersebut dinilai tak lagi sejalan dengan prinsip politik luar negeri bebas aktif.





Hasanuddin menyatakan, amanat konstitusi untuk berperan aktif menjaga perdamaian dunia tidak tercermin apabila Indonesia tetap berada dalam organisasi yang dianggap membiarkan agresi militer terhadap negara lain. Ia menilai invasi AS-Israel ke Iran menjadi ujian konkret atas konsistensi sikap Indonesia di panggung global.





Politikus PDI-P itu menegaskan, keluar dari BoP bukan berarti Indonesia menutup mata terhadap isu perdamaian dunia. Sebaliknya, langkah tersebut dinilai dapat mengembalikan posisi Indonesia sebagai negara yang independen dan konsisten menjalankan prinsip bebas aktif, termasuk dalam menjunjung penghormatan terhadap kedaulatan setiap bangsa.





Ia mengingatkan, bertahan dalam keanggotaan BoP berpotensi memunculkan persoalan diplomatik yang lebih luas dan menggerus integritas politik luar negeri Indonesia. Menurutnya, keputusan yang berlarut-larut justru berisiko menimbulkan persepsi ambigu di mata komunitas internasional.






Baca Juga : Izin Pinjam-Pakai? Sidang Lingkungan di Garut Bikin Pengusaha dan Pejabat Sama-Sama Berkeringat






Hasanuddin juga menyoroti bahwa keterlibatan Indonesia dalam Board of Peace yang diinisiasi Presiden AS, Donald Trump, dinilai membuat pemerintah belum menunjukkan sikap tegas terhadap invasi tersebut. Kondisi itu, kata dia, dapat memperkuat persepsi keberpihakan dan melemahkan citra Indonesia sebagai negara yang konsisten membela kedaulatan.





Lebih lanjut, ia mengingatkan dampak persepsi tersebut terhadap hubungan Indonesia dengan Palestina. Posisi yang dianggap tidak netral dinilai berpotensi memengaruhi pandangan publik Palestina terhadap komitmen Indonesia selama ini.


Halaman:

Editor: Bhegin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Terkini

X