Salah satu titik krusial yang kini menjadi perhatian adalah Selat Hormuz, jalur utama pengiriman minyak dunia yang kerap menjadi pusat ketegangan geopolitik.
Di tengah situasi tersebut, Pertamina juga diminta menyiapkan skenario darurat apabila konflik global semakin meluas sehingga pasokan energi tidak terganggu bagi masyarakat.
Dengan berbagai rencana pengamanan pasokan yang tengah disiapkan, Tauhid menilai masyarakat tidak perlu terlalu cemas dengan angka cadangan 20 hari tersebut. Selama strategi impor dan distribusi tetap berjalan, stok BBM nasional diyakini tetap aman.
Sebelumnya, saat menghadiri rapat terkait perkembangan geopolitik di Istana Negara, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menyampaikan bahwa cadangan BBM nasional saat ini berada di kisaran 20 hari. Angka itu disebut masih cukup untuk menjaga kebutuhan energi nasional dalam jangka pendek.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










