LOCUSONLINE, JAKARTA – Ketika ketegangan geopolitik di Timur Tengah memanas akibat konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, pemerintah Indonesia memilih sikap waspada tanpa panik. Kementerian Perlindungan Pekerja Migran Indonesia memastikan, hingga kini belum ada laporan pekerja migran Indonesia yang terdampak langsung dari eskalasi konflik tersebut.
Menteri Mukhtarudin menyatakan pemerintah terus memantau perkembangan situasi keamanan di kawasan tersebut. Berdasarkan laporan yang diterima dari berbagai perwakilan diplomatik Indonesia, kondisi para pekerja migran Indonesia masih terpantau aman.
“Dari hasil koordinasi dengan perwakilan RI di wilayah Timur Tengah, hingga Rabu, 4 Maret 2026, belum ada laporan mengenai PMI yang mengalami insiden keselamatan akibat perkembangan situasi konflik,” ujar Mukhtarudin kepada wartawan, Kamis (5/3/2026).
Meski laporan lapangan masih relatif tenang, pemerintah tidak memilih untuk lengah. Dinamika keamanan yang berubah cepat membuat langkah antisipatif tetap disiapkan sejak dini.
Kementerian yang dipimpinnya kini memperkuat koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia serta jaringan perwakilan diplomatik Indonesia di kawasan Timur Tengah. Tujuannya sederhana: memastikan keselamatan pekerja migran tetap menjadi prioritas utama di tengah situasi yang belum sepenuhnya stabil.
Sebagai langkah kesiapsiagaan, kementerian juga membentuk tim pemantau krisis yang bertugas melakukan pengawasan harian terhadap perkembangan situasi. Selain itu, pemerintah melakukan pendataan pekerja migran di kawasan tersebut sebagai bagian dari skenario mitigasi jika sewaktu-waktu diperlukan langkah evakuasi.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”












