Aris menjelaskan bahwa Garut Plaza saat ini dihuni sekitar 487 pedagang aktif, sebagian besar merupakan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) lokal. Beragam usaha beroperasi di tempat tersebut, mulai dari tekstil, busana, telepon seluler, hingga perhiasan.
Menurutnya, para pedagang yang beroperasi di Garut Plaza merupakan representasi ekonomi rakyat yang menjadi tulang punggung aktivitas perdagangan di daerah tersebut.
Ia juga menyebut pihak pengelola tengah melakukan berbagai pembenahan agar Garut Plaza dapat menjadi lokasi berbagai kegiatan, baik yang diselenggarakan pemerintah maupun komunitas.
Dengan keberagaman produk yang ditawarkan mulai dari tekstil, busana modern, hingga pusat elektronik dan perhiasan pengelola berharap Garut Plaza dapat berkembang sebagai salah satu destinasi ekonomi dan aktivitas masyarakat di Kabupaten Garut.
Selain kegiatan perdagangan dan peragaan busana, festival ini juga menghadirkan sejumlah layanan publik dari perangkat daerah di lingkungan Pemerintah Kabupaten Garut.
Beberapa layanan yang tersedia antara lain pelayanan administrasi kependudukan dari Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Kabupaten Garut, serta program Gelar Pangan Murah yang diselenggarakan oleh Dinas Ketahanan Pangan Kabupaten Garut.
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, pemerintah daerah berharap festival ini tidak hanya menjadi ruang hiburan masyarakat selama Ramadan, tetapi juga mendorong aktivitas ekonomi lokal sekaligus memperkenalkan potensi kreatif yang dimiliki Kabupaten Garut.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










