LOCUSONLINE, JAKARTA – Di ibu kota yang setiap hari memproduksi ribuan ton sampah, sebuah “gunung buatan manusia” akhirnya runtuh dan menelan korban jiwa. Longsor di TPST Bantargebang kembali mengingatkan publik bahwa sampah yang selama ini dianggap sekadar urusan kebersihan ternyata juga bisa berubah menjadi bencana mematikan.
Hingga Senin (9/3/2026) siang, jumlah korban tewas akibat longsoran timbunan sampah bertambah menjadi lima orang. Korban terakhir ditemukan sekitar pukul 12.05 WIB dalam kondisi meninggal dunia setelah tertimbun material sampah yang runtuh sehari sebelumnya. Berdasarkan laporan keluarga, masih ada sekitar empat orang yang diduga belum ditemukan.
Informasi tersebut disampaikan Ramli Prasetyo dari Humas Kantor Pencarian dan Pertolongan Jakarta. Ia menjelaskan bahwa seluruh korban yang ditemukan langsung dievakuasi ke RS Polri Kramat Jati untuk proses identifikasi.
Tragedi ini menambah daftar panjang korban akibat runtuhnya gunungan sampah di lokasi pembuangan terbesar bagi limbah Jakarta itu. Empat korban yang lebih dulu ditemukan meninggal adalah Enda Widayanti (25), Sumine (60), Dedi Sutrisno (22), dan Irwan Supriatin.
Di balik angka-angka itu terdapat kisah yang ironis. Sumine dikenal sebagai pemilik warung kecil di sekitar lokasi, sementara Enda bekerja sebagai pemulung yang setiap hari menggantungkan hidup dari sampah. Adapun Dedi dan Irwan merupakan pengemudi truk pengangkut sampah. Empat orang lain yang berada di lokasi saat kejadian dilaporkan selamat, yakni Budiman, Johan, Safifudin, dan Slamet.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”











