ArtikelEkonomiMoralNewsPemerintah

Minyak Dunia Melonjak, Purbaya Minta Publik Tidak Terlalu Cepat Panik

bhegins
×

Minyak Dunia Melonjak, Purbaya Minta Publik Tidak Terlalu Cepat Panik

Sebarkan artikel ini
Gemini Generated Image wmgrv9wmgrv9wmgr
Gambar Ilustrasi AI

Dengan kata lain, lonjakan harga hari ini tidak otomatis membuat kas negara langsung goyah besok pagi.

Baca Juga : Ketika Ekonomi China Melambat, Indonesia Ikut Menahan Napas

tempat.co

Kementerian Keuangan, lanjut Purbaya, telah melakukan simulasi risiko atau stress test terhadap kemungkinan lonjakan harga minyak dunia. Pengujian tersebut digunakan untuk mengukur potensi dampaknya terhadap defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Dalam simulasi tersebut, pemerintah menggunakan asumsi harga minyak rata-rata tahunan, bukan harga harian yang cenderung berfluktuasi tajam.

Hasil pengujian menunjukkan bahwa jika harga minyak mentah rata-rata sepanjang tahun mencapai 92 dolar AS per barel, maka defisit APBN berpotensi melewati batas aman yang ditetapkan sebesar 3 persen dari produk domestik bruto.

Dalam skenario tersebut, defisit diperkirakan dapat meningkat hingga sekitar 3,6 persen dari PDB.

Meski demikian, Purbaya menilai kondisi saat ini masih berada di bawah ambang risiko tersebut. Ia menegaskan pemerintah akan terus memantau perkembangan harga energi global sebelum mengambil langkah kebijakan lanjutan.

“Untuk saat ini kita masih bisa tenang. Pemerintah akan terus memonitor perkembangan dan siap mengambil keputusan jika situasinya berubah,” ujarnya.

Di tengah gejolak geopolitik dan harga energi yang terus berayun, pemerintah tampaknya memilih strategi klasik: menunggu, mengamati, dan berharap grafik minyak dunia tidak berubah dari sekadar angka di layar menjadi masalah nyata di dapur ekonomi nasional.*****

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow