[Locusonline.co] BANDUNG – Menjelang Hari Raya Idul Fitri, Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung tidak hanya fokus pada penyaluran bantuan sosial, tetapi juga memperketat pengawasan terhadap rantai pasok bahan pokok. Langkah ini dilakukan untuk memastikan harga tetap stabil dan terjangkau bagi masyarakat.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menegaskan bahwa pengawasan terhadap gudang penyimpanan bahan pokok menjadi prioritas utama. Pemkot berkolaborasi dengan kepolisian dan Bulog untuk memastikan tidak ada praktik penimbunan yang dapat memicu lonjakan harga.
“Yang paling penting bagi kami adalah memastikan distribusi dan supply chain tidak terputus. Kami juga bersama kepolisian dan Bulog melakukan pengawasan terhadap tempat penyimpanan bahan pokok agar tidak terjadi penimbunan, ” jelas Farhan, Senin (9/3/2026).
Data Gudang dan Stok Diawasi Ketat
Pemkot Bandung mengklaim telah memiliki peta persebaran gudang resmi beserta data stoknya. Jika ditemukan penyimpanan yang melebihi batas kewajaran, pemerintah tidak akan segan-segan mengambil tindakan tegas.
“Kami sudah memiliki daftar gudang resmi dan stoknya. Jika ada yang melebihi kewajaran akan langsung kami tindak agar tidak terjadi penimbunan dan harga tetap dalam jangkauan yang wajar,” tegas Farhan.
12.000 Paket Sembako Disalurkan Selama Ramadan
Di sisi lain, upaya menstabilkan harga juga dilakukan dengan menyalurkan bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan. Pemkot Bandung berkolaborasi dengan Yayasan Dana Sosial Parahyangan (YDSP) untuk menyalurkan ribuan paket sembako.
Farhan menjelaskan, kegiatan penyaluran dilakukan secara bertahap di berbagai wilayah Kota Bandung. Di lokasi YDSP yang berada di Jalan Nana Rohana saja, telah disalurkan sekitar seribu lebih paket sembako selama 12 hari.
“Totalnya selama periode 25 Februari sampai 13 Maret ada sekitar 12.000 paket yang kita distribusikan. Ini bagian dari upaya menambah kemeriahan Ramadan sekaligus membantu warga yang membutuhkan,” ujarnya.
Dua Strategi, Satu Tujuan: Harga Stabil dan Warga Terbantu
Dengan dua strategi utama—pengawasan distribusi dan penyaluran bansos—Pemkot Bandung berupaya menciptakan Ramadan yang nyaman bagi seluruh warganya. Di satu sisi, pasar dijaga agar tidak terjadi gejolak harga akibat ulah spekulan. Di sisi lain, warga kurang mampu tetap mendapat pasokan bahan pokok melalui program bantuan sosial.
“Ini adalah komitmen kami untuk memastikan bahwa bulan suci ini dapat dijalani dengan penuh ketenangan oleh seluruh masyarakat Bandung,” pungkas Farhan. (**)













