Pilihan berikutnya adalah sepeda motor dan bus umum, yang selama ini menjadi alternatif bagi masyarakat yang tidak menggunakan kendaraan pribadi. Sementara itu, moda transportasi lain yang juga digunakan meliputi kapal penyeberangan, pesawat udara, kereta api antarkota, hingga kapal laut.
Baca Juga : Audit Berhenti di Pintu Induk: Ketika Anak-Cucu BUMN Seolah Kebal Pemeriksaan
Dominasi kendaraan pribadi tersebut membuat tekanan terbesar diprediksi terjadi di jaringan jalan raya, mulai dari jalan tol hingga jalan arteri nasional yang menghubungkan kota-kota besar dengan daerah tujuan pemudik.
Untuk mengantisipasi lonjakan mobilitas tersebut, Kepolisian Negara Republik Indonesia menyiapkan pengamanan melalui Operasi Ketupat 2026.
Wakil Kepala Kepolisian RI Dedi Prasetyo menyatakan sebanyak 161.243 personel gabungan akan diterjunkan selama periode mudik Lebaran. Personel tersebut terdiri dari unsur kepolisian dan berbagai instansi terkait.
Selain itu, aparat juga menyiapkan 2.746 pos pengamanan di berbagai titik strategis. Pos tersebut terdiri dari 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, dan 343 pos terpadu yang disiapkan untuk membantu kelancaran perjalanan masyarakat.
Kepolisian juga telah memetakan sejumlah titik yang berpotensi menjadi pusat kepadatan lalu lintas selama musim mudik. Beberapa jalur arteri yang menjadi perhatian khusus antara lain kawasan Nagreg, kawasan wisata Legian, jalur menuju Danau Toba, kawasan Gadog Puncak, serta simpang lalu lintas Simpang Tiga Mengkreng.
Selain jalur darat, sejumlah pelabuhan penyeberangan juga diprediksi mengalami lonjakan penumpang. Di antaranya jalur penyeberangan Ketapang–Gilimanuk, Merak–Bakauheni, serta rute penyeberangan antara Bali-Lombok.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”









