Bandung

Aduan Dugaan Asusila, Pemkot Bandung Panggil Komunitas Cosplay Asia Afrika

rakyatdemokrasi
×

Aduan Dugaan Asusila, Pemkot Bandung Panggil Komunitas Cosplay Asia Afrika

Sebarkan artikel ini
Aduan Dugaan Asusila, Pemkot Bandung Panggil Komunitas Cosplay Asia Afrika locusonline featured image Mar 2026
Kepala Disbudpar Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa

[Locusonline.co] BANDUNG – Kawasan Jalan Asia Afrika yang selama ini dikenal sebagai ikon wisata dan kreativitas Kota Bandung, belakangan tercoreng oleh ulah oknum tak bertanggung jawab. Menyusul adanya pengaduan masyarakat terkait dugaan tindakan asusila oleh anggota komunitas cosplay, Pemerintah Kota Bandung bergerak cepat.

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung langsung menggelar rapat koordinasi dengan melibatkan sejumlah pihak terkait, termasuk perwakilan tiga komunitas cosplay yang biasa beraktivitas di kawasan tersebut.

tempat.co

Rapat yang dipimpin langsung oleh Kepala Disbudpar Kota Bandung, Adi Junjunan Mustafa, ini dihadiri oleh Kepala Bidang Ekonomi Kreatif, tim sarana prasarana, perwakilan Dinas Perhubungan, Satpol PP, serta komunitas cosplay Asia Afrika.

Wali Kota Turun Tangan, Komunitas Diberi Kesempatan Perbaiki Diri

Adi menegaskan bahwa laporan yang langsung diterima Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, tidak bisa dianggap remeh. Aktivitas cosplay yang selama ini menjadi daya tarik wisata harus segera dibenahi agar tidak merusak reputasi kota.

“Kegiatan cosplay di kawasan Asia Afrika harus tetap menjaga reputasi dan keamanan yang selama ini dijaga Kota Bandung,” tegas Adi, Selasa (10/3/2026).

Alih-alih langsung menjatuhkan sanksi berat, Pemkot Bandung memilih pendekatan pembinaan. Ketiga komunitas cosplay diberikan kesempatan untuk memperbaiki tata kelola kegiatan mereka dengan menandatangani sebuah ikrar bersama.

Isi Ikrar: Hibur tanpa Memaksa, Jangan Menipu!

Ikrar yang ditandatangani oleh perwakilan komunitas cosplay Asia Afrika memuat tiga komitmen utama yang wajib dipatuhi:

  1. Siap menghibur tanpa memaksa.
  2. Bersikap sopan kepada warga maupun wisatawan.
  3. Tidak melakukan tindakan menipu, menjebak, ataupun memeras pengunjung.

Ikrar ini menjadi pegangan etis bagi para cosplayer agar aktivitas mereka tetap positif dan tidak merugikan pihak lain.

Ketertiban dan Kebersihan Juga Disorot

Selain soal etika, rapat juga membahas masalah teknis di lapangan. Salah satu poin yang ditekankan adalah agar para anggota komunitas tidak menumpuk tas atau aksesoris secara berlebihan di area publik, sehingga mengganggu kenyamanan dan estetika kawasan.

Amanah Wali Kota yang Harus Dijalankan

Adi mengingatkan bahwa ikrar tersebut bukan sekadar formalitas belaka. Ini adalah amanah dari Wali Kota yang harus dijalankan dengan sungguh-sungguh oleh seluruh komunitas cosplay yang beraktivitas di Asia Afrika.

“Ini merupakan amanah dari Bapak Wali Kota Bandung yang harus dilaksanakan bersama. Komitmen yang sudah diikrarkan menjadi tanggung jawab bersama bagi tiga komunitas cosplay,” ujarnya.

Pemkot Bandung memilih langkah tegas namun humanis dalam menangani persoalan ini. Dengan memberikan kesempatan komunitas untuk berbenah melalui ikrar, diharapkan tidak ada lagi oknum yang mencoreng nama baik para cosplayer yang selama ini telah berkontribusi positif terhadap pariwisata Bandung. Pengawasan ke depan akan diperketat, dan pelanggaran terhadap ikrar akan berakibat pada sanksi yang lebih berat.(**)

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow