Padahal, bagi petugas perlindungan tanaman, pemantauan rutin merupakan langkah penting untuk mendeteksi lebih awal ancaman yang dapat merusak produksi pertanian.
Menurut Lina, kebijakan peningkatan produksi pertanian harus diiringi dengan dukungan nyata terhadap kerja lapangan. Tanpa dukungan tersebut, upaya mendorong produktivitas berisiko hanya menjadi target administratif di atas kertas.
Kunjungan kerja Komisi II ke Cianjur sendiri merupakan bagian dari agenda evaluasi pelaksanaan program yang dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah tahun 2025 sekaligus pembahasan rencana program untuk tahun anggaran 2026.
Dari hasil peninjauan tersebut, DPRD berharap pemerintah daerah dapat memperbaiki sistem penempatan tenaga kerja serta memperkuat dukungan anggaran operasional bagi unit-unit teknis pertanian.
Sebab bagi petani, persoalannya sebenarnya cukup sederhana: ketika hama datang menyerang tanaman, yang mereka butuhkan adalah petugas yang paham cara menanganinya bukan sekadar daftar jabatan yang terisi penuh dalam laporan birokrasi.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”









