Sensus Ekonomi 2026 sendiri dijadwalkan berlangsung pada 1 Mei hingga 31 Juli 2026. Dalam periode tersebut, BPS akan melakukan pendataan terhadap berbagai unit usaha di seluruh Indonesia guna memetakan struktur, karakteristik, serta dinamika dunia usaha nasional.
Hasil sensus ini nantinya tidak hanya menjadi arsip statistik, tetapi juga menjadi dasar penyusunan berbagai kebijakan strategis, mulai dari pengembangan sektor industri, perencanaan investasi, hingga strategi pemerataan pembangunan ekonomi.
Lebih jauh lagi, data sensus ekonomi memiliki nilai strategis dalam perjalanan panjang menuju visi pembangunan nasional. Indonesia menargetkan menjadi negara maju pada tahun 2045, sebuah cita-cita yang dikenal sebagai Indonesia Emas 2045. Namun, ambisi besar tersebut hanya dapat dicapai jika setiap langkah kebijakan didukung oleh data yang valid dan dapat dipercaya.
Dalam konteks itu, Sensus Ekonomi 2026 bukan sekadar kegiatan statistik lima tahunan. Ia merupakan proses kolektif untuk memotret wajah ekonomi Indonesia secara jujur. Dari potret itulah arah pembangunan dapat ditentukan bukan berdasarkan dugaan, melainkan berdasarkan fakta.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










