Koresponden sejumlah media internasional melaporkan terdengarnya beberapa ledakan di sekitar wilayah Yerusalem tak lama setelah sirene peringatan berbunyi di berbagai kota.
Militer Israel kemudian meminta warga sipil di wilayah yang berpotensi terdampak untuk segera menuju tempat perlindungan. Sistem pertahanan udara dilaporkan bekerja untuk mencegat rudal yang masuk ke wilayah negara tersebut.
Sebagai respons, Israel mengumumkan telah melancarkan serangan balasan berskala besar yang menargetkan wilayah Teheran.
Sirene peringatan juga terdengar di berbagai wilayah Israel sepanjang serangan berlangsung, menandai babak baru dalam eskalasi konflik yang semakin meluas di kawasan tersebut.
Layanan darurat nasional Israel, Magen David Adom, menyatakan tidak ada korban jiwa yang dilaporkan akibat serangan rudal tersebut. Meski demikian, paramedis sempat menangani beberapa warga yang mengalami cedera ringan setelah terjatuh saat bergegas menuju tempat perlindungan.
Setelah situasi dinilai relatif aman, militer Israel kemudian mengumumkan bahwa warga diperbolehkan meninggalkan tempat perlindungan darurat.
Serangan saling balas ini menandai hari ke-13 konflik terbuka yang melibatkan beberapa kekuatan militer di Timur Tengah. Di tengah meningkatnya intensitas serangan, kawasan tersebut kembali menghadapi kenyataan lama: ketika diplomasi berhenti berbicara, langit sering kali mengambil alih percakapan.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










