Dalam kurun satu tahun, unit ini dilaporkan menandatangani sebelas nota kesepahaman dengan mitra global. Nilai komitmen investasi dari kerja sama tersebut disebut mencapai sekitar Rp346 triliun.
Selain itu, DIM juga mengembangkan berbagai instrumen pembiayaan baru, termasuk obligasi bertema nasional dan fasilitas kredit bergulir. Skema tersebut diklaim mampu menambah kapasitas pembiayaan hingga Rp150 triliun.
Salah satu proyek yang sedang dijajaki adalah pengembangan kawasan Kampung Haji di Mekkah, yang dirancang untuk mendukung ekosistem industri halal sekaligus fasilitas bagi jemaah Indonesia.
Menutup paparannya, Rosan menegaskan bahwa tahap berikutnya adalah menerjemahkan fondasi kelembagaan yang telah dibangun menjadi kinerja nyata melalui investasi strategis dan pengelolaan aset yang lebih profesional.
Di atas kertas, laporan itu terlihat seperti daftar rencana besar yang tertata rapi. Namun seperti banyak proyek pembangunan ekonomi lainnya, ujian sesungguhnya bukan pada presentasi di ruang konferensi melainkan pada apakah fondasi yang dibangun benar-benar mampu menghasilkan nilai bagi ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”









