[Locusonline.co] BANDUNG – Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bandung terus menunjukkan komitmennya dalam menjadikan zakat sebagai instrumen efektif untuk penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Melalui berbagai program pemberdayaan, dana zakat tidak hanya disalurkan sebagai bantuan konsumtif, tetapi juga sebagai modal produktif yang memberdayakan ekonomi umat.
Wakil Ketua I Baznas Kota Bandung, Arif Nurrakhman, menegaskan bahwa pengelolaan zakat memiliki amanat besar sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Pengelolaan zakat itu sesuai undang-undang diarahkan untuk penanggulangan kemiskinan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya, Kamis, 12 Maret 2026 .
Lima Program Unggulan Penyaluran Zakat
Untuk mewujudkan amanat tersebut, Baznas Kota Bandung memiliki lima program utama dalam penyaluran zakat yang menyasar berbagai aspek kehidupan masyarakat. Kelima program tersebut adalah:Bidang Fokus Program Pendidikan Bantuan perlengkapan sekolah, program beasiswa bagi anak-anak kurang mampu, dan bantuan akses pendidikan lainnya. Kesehatan Bantuan akses pengobatan, penyediaan alat kesehatan seperti kursi roda dan alat bantu dengar bagi masyarakat yang membutuhkan. Ekonomi Pemberdayaan melalui pelatihan wirausaha, pendampingan usaha, dan program unggulan Baznas Micro Finance. Keagamaan Program-program yang mendukung kegiatan keagamaan masyarakat. Kemanusiaan Bantuan cepat tanggap bagi korban bencana alam, kebakaran, dan musibah lainnya di wilayah Kota Bandung.
Baznas Micro Finance: Modal Usaha Tanpa Bunga
Salah satu program unggulan yang menjadi sorotan adalah Baznas Micro Finance. Program ini merupakan lembaga keuangan mikro yang memberikan pinjaman modal usaha tanpa bunga, atau dalam istilah syariah disebut qardul hasan, kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Selain memberikan modal usaha, kita juga melakukan pendampingan agar usaha masyarakat bisa berkembang,” ujar Arif .
Pendekatan ini sangat strategis karena tidak hanya memberikan “ikan”, tetapi juga “kail” dan pendampingan untuk memastikan usaha yang dijalankan dapat tumbuh dan berkelanjutan. Dengan demikian, mustahik (penerima zakat) dapat bertransformasi menjadi muzaki (pemberi zakat) di masa depan.
Dampak Sosial Zakat: Membangun Empati dan Solidaritas
Arif menekankan bahwa zakat memiliki dimensi yang jauh lebih luas daripada sekadar ibadah individual. Lebih dari itu, zakat berperan penting dalam membangun tatanan sosial yang lebih baik.
“Ibadah zakat ini bukan sekadar mengeluarkan harta, tetapi membangun empati dan solidaritas sosial sehingga tercipta masyarakat yang saling peduli,” katanya .
Dengan menunaikan zakat, seorang muslim tidak hanya membersihkan hartanya, tetapi juga turut serta dalam gerakan sosial yang bertujuan untuk:
- Mengurangi kesenjangan ekonomi antara yang kaya dan yang kurang mampu.
- Memberdayakan masyarakat lemah agar bisa mandiri.
- Membangun jaringan solidaritas dan kepedulian antarwarga.
- Menciptakan lingkungan sosial yang lebih harmonis dan saling mendukung.
Zakat sebagai Pilar Ekonomi Kerakyatan
Program-program pemberdayaan ekonomi seperti Baznas Micro Finance membuktikan bahwa zakat dapat menjadi salah satu pilar penting dalam ekonomi kerakyatan. Dengan skema yang tepat, dana zakat tidak hanya habis untuk konsumsi, tetapi dapat berputar dan menciptakan nilai tambah ekonomi yang lebih besar.
Jika dikelola secara profesional dan amanah, potensi zakat yang besar di Kota Bandung (Rp1,8 triliun) dapat menjadi kekuatan luar biasa untuk mendorong pertumbuhan ekonomi inklusif dan mengurangi angka kemiskinan secara signifikan. (**)













