Dari analisis tersebut, Rismon mengidentifikasi tiga unsur utama pada dokumen yang diteliti, yakni emboss di bagian kiri bawah, watermark yang terlihat jelas, serta kesesuaian fitur dokumen dengan referensi pembanding.
“Dengan kajian yang saya lakukan, saya menyimpulkan dokumen tersebut asli. Kebenaran kadang tidak nyaman, tetapi akan lebih tidak nyaman jika saya tidak menyampaikannya,” ujar Rismon.
Selain mengakui hasil penelitiannya, Rismon juga menyampaikan rencana menulis buku baru sebagai koreksi atas kajian sebelumnya. Buku tersebut disebut akan menjadi semacam antitesis terhadap dua buku yang lebih dulu ia terbitkan.
Ia memperkirakan proses penulisan buku tersebut akan memakan waktu sekitar enam bulan sebelum akhirnya dipublikasikan. Rismon juga menyampaikan rencana untuk menyelesaikan penulisan buku itu di kampung halamannya di Balige.
Sebelum bertemu Gibran, Rismon diketahui juga telah menyampaikan permohonan maaf kepada Joko Widodo terkait polemik yang sempat berkembang.
Presiden Jokowi menyatakan telah menerima permintaan maaf tersebut. Namun terkait kemungkinan proses hukum, ia menyerahkan sepenuhnya kepada tim kuasa hukum dan aparat penegak hukum yang menangani perkara tersebut.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










