BandungEkonomi

Literasi Zakat Diperkuat, Baznas Bandung Sasar Sekolah hingga Kampus

rakyatdemokrasi
×

Literasi Zakat Diperkuat, Baznas Bandung Sasar Sekolah hingga Kampus

Sebarkan artikel ini
Literasi Zakat Diperkuat, Baznas Bandung Sasar Sekolah hingga Kampus locusonline featured image Mar 2026

[Locusonline.co] BANDUNG – Potensi zakat di Kota Bandung mencapai angka fantastis, yakni Rp1,8 triliun per tahun. Namun, optimalisasi penghimpunan masih menghadapi tantangan besar: literasi zakat lanjutan yang belum merata. Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bandung pun bergerak cepat dengan strategi edukasi masif, termasuk membentuk duta zakat di sekolah hingga kampus.

Wakil Ketua I Baznas Kota Bandung, Arif Nurrakhman, mengungkapkan bahwa pemahaman dasar masyarakat tentang zakat sebenarnya sudah cukup tinggi, mencapai di atas 70 persen. Namun, pengetahuan tentang pengelolaan dan pemberdayaan zakat oleh lembaga resmi masih rendah, hanya sekitar 50 persen.

tempat.co

“Kalau literasi zakat dasar masyarakat kita sudah di atas 70 persen. Artinya masyarakat sudah tahu apa itu zakat. Tapi literasi lanjutan, seperti bagaimana zakat dikelola oleh lembaga dan bagaimana zakat diberdayakan, itu masih sekitar 50 persen, ” ujarnya, Kamis (12/3/2026).

Baznas Goes to School: Cetak Duta Zakat dari Bangku Sekolah

Menjawab tantangan tersebut, Baznas Kota Bandung membentuk divisi khusus yang fokus pada edukasi dan sosialisasi. Salah satu program unggulannya adalah Baznas Goes to School, yang menyasar kalangan pelajar.

“Melalui program Baznas Goes to School ini kita bukan hanya sosialisasi, tapi juga membentuk duta-duta zakat di kalangan pelajar, ” kata Arif.

Para duta zakat ini diharapkan menjadi agen perubahan yang mampu menyebarkan pemahaman tentang zakat di lingkungan sekolah dan pertemanan mereka.

Bintang Talenta: Mahasiswa Menjadi Dai Zakat di Medsos

Tak hanya di sekolah, Baznas juga menjalankan program Bintang Talenta yang menyasar mahasiswa. Melalui program ini, mahasiswa didorong untuk menjadi dai zakat yang aktif di media sosial.

“Kita dorong mereka menjadi dai zakat di media sosial sehingga literasi zakat bisa menjangkau lebih luas, terutama generasi muda,” ujar Arif.

Dengan memanfaatkan platform digital, diharapkan pesan tentang zakat bisa lebih viral dan mudah diterima oleh kalangan milenial dan Gen Z.

Dai Preneur: Mengajarkan Zakat sebagai Instrumen Ekonomi

Baznas Kota Bandung juga melatih para penyuluh agama dan dai untuk menjadi dai preneur. Konsep ini menggabungkan dakwah dengan kewirausahaan berbasis zakat.

“Para dai ini kita latih supaya bukan hanya menjadi konsultan bayar zakat, tetapi juga konsultan pemberdayaan ekonomi melalui zakat, ” katanya.

Pendekatan ini penting agar zakat tidak hanya dipahami sebagai kewajiban ritual, tetapi juga sebagai instrumen yang dapat menggerakkan ekonomi umat dan mengentaskan kemiskinan.

Dengan berbagai program inovatif ini, Baznas Kota Bandung optimistis dapat menjemput potensi zakat sebesar Rp1,8 triliun. Literasi yang baik, sejak dini hingga perguruan tinggi, akan menciptakan ekosistem zakat yang kuat. Zakat tidak lagi dilihat sebagai beban, tetapi sebagai peluang untuk memberdayakan masyarakat dan membangun peradaban yang lebih baik. (**)

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow