[Locusonline.co] BANDUNG – Kota Bandung menyimpan potensi zakat yang luar biasa besar. Wakil Ketua I Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kota Bandung, Arif Nurrakhman, mengungkapkan bahwa potensi zakat di ibu kota Provinsi Jawa Barat ini diperkirakan mencapai angka fantastis, yakni sekitar Rp1,8 triliun per tahun.
Namun, di balik angka potensi yang menggiurkan tersebut, realisasi penghimpunan zakat saat ini masih jauh dari optimal. Total dana zakat yang berhasil dihimpun dari seluruh lembaga zakat yang beroperasi di Kota Bandung baru mencapai sekitar Rp742 miliar .
“Potensi zakat di Kota Bandung itu sekitar Rp1 triliun lebih, bahkan kalau dihitung keseluruhan sekitar Rp1,785 triliun,” ujar Arif saat diwawancarai, Kamis, 12 Maret 2026 .
Rincian Potensi Zakat di Kota Bandung
Potensi sebesar Rp1,8 triliun tersebut berasal dari berbagai sektor, dengan zakat uang menjadi penyumbang terbesar. Berikut rinciannya:Sektor Zakat Potensi (per tahun) Zakat Uang Rp1,5 triliun Zakat Pertanian Rp1,3 miliar Zakat Peternakan Rp1,11 miliar Zakat Fitrah Rp98 miliar Total Potensi Rp1,785 Triliun
Realisasi Penghimpunan: Masih Ada Celah Besar
Meski potensinya sangat besar, realisasi penghimpunan zakat masih menyisakan pekerjaan rumah yang besar. Arif menjelaskan bahwa jika seluruh lembaga amil zakat (LAZ) di Kota Bandung digabungkan, total dana yang berhasil dikelola baru mencapai sekitar Rp742 miliar.
“Kalau dihitung dengan seluruh lembaga zakat yang ada di Kota Bandung, baik tingkat nasional, provinsi maupun kota, total pengelolaan zakatnya sekitar Rp742 miliar,” katanya .
Capaian Baznas Kota Bandung di 2025:
Khusus untuk Baznas Kota Bandung, pada tahun 2025 mereka berhasil menghimpun:
- Zakat (di luar fitrah): Sekitar Rp33 miliar .
- Zakat Fitrah: Sekitar Rp55 miliar .
Saat ini, Baznas Kota Bandung lebih fokus menghimpun zakat dari lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) serta masyarakat yang memiliki afiliasi dengan lingkungan pemerintahan.
“Potensi dari ASN di Kota Bandung sendiri sekitar 15.000 orang, belum termasuk dari kepolisian, TNI, maupun Kementerian Agama. Ini menjadi potensi besar yang saat ini sedang kami optimalkan,” ujarnya .
Tantangan dan Kunci Optimalisasi
Di Kota Bandung, pengelolaan zakat melibatkan sekitar 20 lembaga amil zakat (LAZ) , yang terdiri dari lembaga tingkat nasional, provinsi, dan kota. Dengan banyaknya lembaga yang terlibat, konsolidasi dan kolaborasi menjadi faktor kunci untuk memaksimalkan potensi yang ada.Tantangan Solusi (Kunci Optimalisasi) Banyaknya lembaga zakat (20 LAZ) Konsolidasi dan kolaborasi antar lembaga yang lebih baik. Realisasi masih di bawah potensi Pemetaan potensi yang lebih akurat dan strategi penghimpunan yang agresif. Kesadaran masyarakat perlu ditingkatkan Edukasi dan literasi zakat yang masif.
“Kalau konsolidasi lembaga zakat ini semakin baik, maka pemetaan dan pengumpulan zakat juga bisa semakin optimal,” kata Arif .
Arif berharap dengan penguatan kolaborasi antar lembaga serta peningkatan kesadaran masyarakat, potensi zakat di Kota Bandung yang mencapai Rp1,8 triliun ini dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk kesejahteraan masyarakat.
Dampak Optimalisasi Zakat bagi Kota Bandung
Jika potensi Rp1,8 triliun ini dapat direalisasikan secara optimal, dampaknya akan sangat luar biasa bagi Kota Bandung. Dana sebesar itu dapat digunakan untuk berbagai program pemberdayaan, seperti:
- Pengentasan kemiskinan.
- Peningkatan kualitas pendidikan bagi masyarakat kurang mampu.
- Bantuan kesehatan bagi dhuafa.
- Pengembangan ekonomi produktif bagi mustahik.
- Bantuan modal usaha bagi pelaku UMKM. (**)













