Ia menilai perubahan pola penggunaan teknologi tidak dapat terjadi secara instan. Oleh karena itu, keluarga perlu mempersiapkan anak secara bertahap dengan pendampingan yang tepat.
Baca Juga : Menjelang Libur Lebaran, DPR Ngebut Bahas RUU: Dari Pekerja Rumah Tangga sampai Satu Data
Peran orang tua, menurutnya, menjadi kunci dalam memberikan literasi digital yang bertanggung jawab. Anak-anak perlu diajak memahami manfaat teknologi sekaligus batasannya agar tidak terjebak dalam penggunaan yang berlebihan.
Karena itu, Meutya menyarankan agar orang tua memanfaatkan suasana libur Lebaran untuk berdialog secara terbuka dengan anak mengenai kebiasaan mereka dalam menggunakan perangkat digital.
Dengan lebih banyak aktivitas bersama mulai dari berbincang, berkegiatan keluarga, hingga sekadar menikmati waktu tanpa gangguan layar anak-anak diharapkan dapat kembali merasakan interaksi langsung yang semakin jarang terjadi di era serba digital.
Bagi pemerintah, momen mudik bukan sekadar tradisi tahunan. Di tengah gempuran teknologi, libur Lebaran juga bisa menjadi kesempatan sederhana untuk mengingatkan bahwa hubungan keluarga tidak selalu membutuhkan koneksi internet kadang cukup dengan duduk bersama dan benar-benar saling mendengarkan.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”









