Selain itu, penggunaan autentikasi dua langkah pada akun media sosial maupun aplikasi perpesanan dapat menjadi lapisan perlindungan tambahan jika data login bocor.
Pembaruan sistem operasi dan aplikasi juga penting dilakukan secara berkala untuk menutup celah keamanan yang kerap dimanfaatkan oleh peretas.
Pada akhirnya, fenomena viral seperti yang terjadi pada Maret 2026 menunjukkan bahwa ancaman siber sering kali berawal dari rasa penasaran yang tidak terkendali. Tanpa literasi digital yang memadai, ruang internet mudah berubah menjadi ladang empuk bagi pelaku kejahatan digital.
Meningkatkan kesadaran keamanan siber, bersikap kritis terhadap informasi viral, serta menggunakan fitur pelaporan pada platform media sosial merupakan langkah penting untuk mencegah semakin banyak pengguna terjebak dalam perangkap digital yang sama.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”









