Di tengah sorotan kamera wartawan, Syamsul memilih tidak memberikan komentar. Sikap diam itu membuat suasana semakin ramai oleh pertanyaan yang tidak mendapat jawaban.
Rombongan kemudian menuju Stasiun Purwokerto sebelum melanjutkan perjalanan menggunakan kereta api menuju Jakarta. Informasi yang dihimpun menyebut mereka menaiki kereta Kereta Api Purwojaya pada sekitar pukul 21.37 WIB.
Baca Juga : Ramadan Belum Usai, OTT KPK Kembali Panen Pejabat
Selain Syamsul dan Sadmoko, sejumlah kepala organisasi perangkat daerah juga terlihat ikut dalam rombongan tersebut. Mereka sama-sama mengenakan masker saat berjalan menuju ruang tunggu VIP stasiun.
Dalam keterangan sebelumnya, juru bicara KPK mengungkapkan bahwa total 27 orang diamankan dalam operasi tangkap tangan yang dilakukan di wilayah Cilacap.
Penindakan ini diduga berkaitan dengan praktik suap yang berhubungan dengan proyek-proyek pembangunan di lingkungan Pemerintah Kabupaten Cilacap.
KPK menyebut terdapat indikasi penerimaan uang oleh pihak kepala daerah yang berkaitan dengan pengaturan proyek di daerah tersebut.
Sesuai prosedur hukum, penyidik KPK memiliki waktu maksimal 1×24 jam untuk menentukan status hukum para pihak yang diamankan dalam operasi tangkap tangan.
Hingga saat ini, seluruh pihak yang dibawa ke Jakarta masih berstatus sebagai terperiksa sambil menunggu keputusan resmi penyidik mengenai langkah hukum selanjutnya.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










