LOCUSONLINE, JAKARTA – Di tengah kekhawatiran global soal krisis pangan, pemerintah Indonesia justru menyampaikan kabar yang terdengar cukup percaya diri: stok beras nasional sedang “gemuk”. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melaporkan bahwa cadangan pangan utama Indonesia berada dalam kondisi aman, bahkan disebut sebagai salah satu yang tertinggi dalam sejarah.
Laporan tersebut disampaikan Amran saat Sidang Kabinet Paripurna yang dipimpin Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta.
Dalam paparannya, Amran menyebut cadangan beras nasional kini sudah menyentuh sekitar empat juta ton. Angka tersebut diperkirakan masih akan bertambah dalam waktu dekat.
Menurut perhitungan Kementerian Pertanian, jika tren produksi tetap stabil, cadangan beras nasional berpotensi menembus lima juta ton pada bulan mendatang. Jumlah itu disebut cukup untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri hingga berbulan-bulan ke depan.
Ia menyebut kondisi tersebut sebagai capaian tertinggi yang pernah dicatat dalam sejarah stok beras nasional. Dengan jumlah yang tersedia saat ini, pemerintah memperkirakan cadangan dapat menopang kebutuhan beras masyarakat hingga akhir tahun.
Selain beras, Amran juga menyoroti perkembangan positif pada komoditas strategis lainnya. Salah satunya berasal dari sektor ekspor minyak sawit mentah atau Crude Palm Oil (CPO).
Menurutnya, ekspor CPO Indonesia menunjukkan peningkatan yang signifikan dalam beberapa waktu terakhir. Volume ekspor dilaporkan naik sekitar enam juta ton.
Kenaikan tersebut dinilai memberi kontribusi positif terhadap kinerja ekspor sektor pertanian secara keseluruhan. Sementara itu, sebagian produksi sawit juga dialokasikan untuk kebutuhan energi domestik melalui program bahan bakar nabati.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”









