Amran menjelaskan bahwa kebutuhan bahan baku sawit untuk program biofuel nasional saat ini berada di kisaran 5,3 juta ton. Dengan meningkatnya produksi dan ekspor, ia menilai pasokan komoditas tersebut masih dalam kondisi mencukupi.
Baca Juga : Mudik Lewat Garut? Siap-Siap Ujian Kesabaran di Lima Titik Legendaris Ini
Di sisi lain, sektor pertanian juga menunjukkan kontribusi yang cukup kuat terhadap perekonomian nasional. Amran menyebut Produk Domestik Bruto sektor pertanian mencapai 5,74 persen.
Angka tersebut disebut sebagai capaian tertinggi dalam sekitar 25 tahun terakhir untuk sektor tersebut. Selain itu, indikator kesejahteraan petani yang tercermin melalui Nilai Tukar Petani juga dilaporkan mengalami peningkatan.
Menurut Amran, peningkatan tersebut berkaitan dengan sejumlah kebijakan pemerintah yang diterapkan dalam beberapa waktu terakhir. Di antaranya adalah kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk komoditas pertanian.
Selain itu, pemerintah juga menurunkan harga pupuk sekitar 20 persen guna meringankan beban biaya produksi petani.
Menanggapi laporan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menilai kondisi ketahanan pangan nasional saat ini menunjukkan fondasi yang cukup kuat.
Ia menegaskan bahwa pemerintah tetap harus memantau berbagai komoditas pangan secara menyeluruh, tidak hanya beras tetapi juga sumber protein yang penting bagi masyarakat.
Menurut Prabowo, sektor perikanan memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan protein nasional. Baik melalui perikanan darat, budidaya, maupun penangkapan di laut.
Dengan berbagai indikator tersebut, pemerintah menilai ketahanan pangan Indonesia saat ini berada pada jalur yang cukup stabil. Kondisi tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya menuju kemandirian pangan nasional dalam jangka panjang.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”









