ArtikelEkonomiLifestyleNasionalNewsPemerintah

Gudang Beras Menggendut, Sawit Meluncur ke Luar Negeri: Laporan Mentan Bikin Kabinet Tersenyum

bhegins
×

Gudang Beras Menggendut, Sawit Meluncur ke Luar Negeri: Laporan Mentan Bikin Kabinet Tersenyum

Sebarkan artikel ini
1000022255.jpg
Tangkapan layar - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman (kiri) menyampaikan laporan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Jumat (13/3/2026). ANTARA/Youtube Sekretariat Presiden

Amran menjelaskan bahwa kebutuhan bahan baku sawit untuk program biofuel nasional saat ini berada di kisaran 5,3 juta ton. Dengan meningkatnya produksi dan ekspor, ia menilai pasokan komoditas tersebut masih dalam kondisi mencukupi.

Baca Juga : Mudik Lewat Garut? Siap-Siap Ujian Kesabaran di Lima Titik Legendaris Ini

tempat.co

Di sisi lain, sektor pertanian juga menunjukkan kontribusi yang cukup kuat terhadap perekonomian nasional. Amran menyebut Produk Domestik Bruto sektor pertanian mencapai 5,74 persen.

Angka tersebut disebut sebagai capaian tertinggi dalam sekitar 25 tahun terakhir untuk sektor tersebut. Selain itu, indikator kesejahteraan petani yang tercermin melalui Nilai Tukar Petani juga dilaporkan mengalami peningkatan.

Menurut Amran, peningkatan tersebut berkaitan dengan sejumlah kebijakan pemerintah yang diterapkan dalam beberapa waktu terakhir. Di antaranya adalah kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) untuk komoditas pertanian.

Selain itu, pemerintah juga menurunkan harga pupuk sekitar 20 persen guna meringankan beban biaya produksi petani.

Menanggapi laporan tersebut, Presiden Prabowo Subianto menilai kondisi ketahanan pangan nasional saat ini menunjukkan fondasi yang cukup kuat.

Ia menegaskan bahwa pemerintah tetap harus memantau berbagai komoditas pangan secara menyeluruh, tidak hanya beras tetapi juga sumber protein yang penting bagi masyarakat.

Menurut Prabowo, sektor perikanan memiliki potensi besar untuk memenuhi kebutuhan protein nasional. Baik melalui perikanan darat, budidaya, maupun penangkapan di laut.

Dengan berbagai indikator tersebut, pemerintah menilai ketahanan pangan Indonesia saat ini berada pada jalur yang cukup stabil. Kondisi tersebut diharapkan dapat memperkuat upaya menuju kemandirian pangan nasional dalam jangka panjang.*****

Tinggalkan Balasan

banner-amdk-tirta-intan_3_1
previous arrow
next arrow