[Locusonline.co] BANDUNG – Musim mudik Lebaran 1447 Hijriah tinggal menghitung hari. Jutaan warga akan meninggalkan rumah dan kota untuk berkumpul dengan keluarga di kampung halaman. Namun, euforia kebersamaan jangan sampai membuat kita lalai. Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, mengingatkan para pemudik untuk tidak sekadar mengunci pintu dan pergi.
Ada satu langkah krusial yang sering diabaikan: berkoordinasi dengan pengurus wilayah, terutama RW setempat.
"Kalau mudik, banyak rumah yang ditinggalkan warga. Nah, ini salah satu kunci kenapa kita melakukan silaturahmi bersama Babinkamtibmas, Babinsa, Koramil, dan juga Polsek. Tujuannya agar masyarakat jangan meninggalkan rumah begitu saja, tetapi berkoordinasi, " ujar Farhan di Pendopo Kota Bandung, Jumat (13/3/2026).
Bukan Cuma Takut Maling, Tapi Juga Bencana Rumah Tangga
Koordinasi dengan RW bukan sekadar urusan lapor-laporan. Lebih dari itu, ini adalah upaya preventif untuk mengantisipasi berbagai potensi bahaya.
"Saya khawatirnya bukan hanya masalah kemalingan, tetapi juga kompor gas yang bocor atau listrik yang korslet. Itu juga harus diantisipasi bersama-sama," ungkap Farhan.
Dengan mengetahui rumah mana saja yang kosong, pengurus RW dan petugas keamanan dapat lebih waspada. Jika terjadi kebocoran gas atau korsleting yang memicu asap atau api, tetangga dan petugas bisa segera bertindak sebelum terlambat.
Pemkot Siapkan Pemetaan Wilayah Rawan
Pemerintah Kota Bandung tidak tinggal diam. Farhan menjelaskan bahwa setiap lurah akan memiliki catatan dan pemetaan wilayah yang dianggap rawan selama periode mudik. Data ini akan menjadi dasar pengawasan dan pengamanan oleh aparat kewilayahan bersama masyarakat.