LOCUSONLINE, GARUT – Menjelang musim mudik Lebaran yang selalu identik dengan kemacetan panjang, pemerintah memilih strategi yang cukup unik: kendaraan tradisional diminta rehat sejenak, sementara pengemudinya tetap diberi penghasilan.
Langkah tersebut dilakukan saat Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi bersama Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi melakukan kunjungan kerja ke Garut.
Kunjungan tersebut difokuskan untuk mengecek kesiapan jalur mudik sekaligus menyerahkan kompensasi kepada pengemudi kendaraan tradisional yang biasa beroperasi di jalur utama.
Kegiatan dipusatkan di kantor Polres Garut yang berada di Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Karangpawitan.
Pemerintah daerah memutuskan untuk menghentikan sementara operasional delman dan becak di jalur nasional serta provinsi selama masa puncak arus mudik.
Kebijakan ini diambil karena kendaraan tidak bermotor kerap memperlambat arus lalu lintas ketika volume kendaraan meningkat tajam.
Sebagai kompensasi, pemerintah memberikan bantuan sebesar Rp200 ribu per hari kepada setiap pengemudi.
Total bantuan yang diterima mencapai Rp1,4 juta selama tujuh hari masa libur operasional.
Program ini menyasar 483 kendaraan tradisional yang terdiri dari 477 delman dan enam becak yang biasanya beroperasi di jalur utama wilayah Garut.
Baca Juga : Gudang Beras Menggendut, Sawit Meluncur ke Luar Negeri: Laporan Mentan Bikin Kabinet Tersenyum
Menurut Dedi Mulyadi, kebijakan tersebut bertujuan menjaga kelancaran arus kendaraan di jalur mudik sekaligus memastikan para pengemudi tidak kehilangan pendapatan.
Dedi menjelaskan langkah ini merupakan bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap upaya pengaturan lalu lintas yang dilakukan oleh Kementerian Perhubungan dan Kepolisian Negara Republik Indonesia.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”












