Dengan berkurangnya aktivitas kendaraan tradisional di jalur utama, diharapkan potensi kemacetan saat puncak arus mudik dapat ditekan.
Selain itu, ia menilai bantuan tersebut juga memberi dampak ekonomi karena dana kompensasi akan beredar di masyarakat.
Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyambut positif langkah yang diambil pemerintah provinsi.
Menurutnya, kebijakan tersebut tidak hanya membantu kelancaran perjalanan pemudik, tetapi juga tetap memperhatikan kesejahteraan pengemudi transportasi tradisional.
Ia menilai pendekatan seperti ini dapat menjadi contoh bagaimana pengaturan lalu lintas dapat dilakukan tanpa mengabaikan pelaku ekonomi kecil.
Sementara itu, Bupati Abdusy Syakur Amin menyatakan daerahnya telah mempersiapkan berbagai langkah untuk menghadapi lonjakan kendaraan selama musim mudik.
Pemerintah daerah bersama aparat kepolisian melakukan koordinasi intensif untuk memastikan jalur utama dan alternatif dalam kondisi layak.
Perbaikan jalan berlubang di sejumlah jalur alternatif juga disebut telah selesai dilakukan.
Selain itu, pos pelayanan terpadu telah disiapkan di empat titik utama, yaitu Pamengpeuk, Cisewu, Garut Kota, dan Malangbong.
Dengan berbagai persiapan tersebut, pemerintah daerah berharap arus mudik di wilayah Garut dapat berlangsung lebih lancar dan aman bagi para pemudik.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”












