Selain sektor transportasi, kegiatan ini juga memberi dampak ekonomi bagi pelaku usaha lokal.
Konsumsi untuk buka puasa dan sahur disiapkan oleh pelaku UMKM serta warung-warung di sekitar desa, sehingga perputaran uang di masyarakat meningkat.
Baca Juga : Kunjungan Wisatawan ke Garut Naik, Tingkat Hunian Hotel Justru Turun
Dalam sambutannya, Bupati Abdusy Syakur Amin menyebut kegiatan tersebut sebagai upaya memperkuat interaksi sosial antara pemerintah dan masyarakat.
Ia juga menyoroti potensi pengembangan desa wisata di Mekarsari.
Menurutnya, potensi tersebut dapat didorong melalui peningkatan kebersihan lingkungan, pengembangan produk lokal seperti kerajinan sangkar burung khas Selaawi, serta peningkatan keramahan masyarakat terhadap wisatawan.
Selain itu, faktor keamanan dan kenyamanan bagi pengunjung juga dinilai penting untuk mendukung perkembangan sektor pariwisata desa.
Kepala Desa Mekarsari Ajie Nugraha menjelaskan bahwa puncak kegiatan ditandai dengan digelarnya Festival Kohkol.
Festival tersebut merupakan pengembangan dari gagasan sederhana yang sebelumnya muncul saat peringatan hari jadi desa.
Kini kegiatan tersebut melibatkan sembilan rukun warga dan menjadi simbol kreativitas serta kolaborasi masyarakat setempat.
Menurut Ajie, kegiatan tersebut membawa dampak ekonomi yang langsung dirasakan masyarakat.
Beberapa sektor yang mendapatkan manfaat antara lain usaha kuliner lokal, penyewaan rumah sebagai homestay, produksi kohkol dan obor untuk festival, hingga jasa ojek pangkalan.
Ia menilai kegiatan ini menjadi momen bersejarah bagi Desa Mekarsari karena untuk pertama kalinya seluruh pejabat pemerintah daerah datang dan bermalam di desa tersebut.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”











