LOCUSONLINE, GARUT – Di tengah panasnya konflik militer di Timur Tengah, dunia maya mendadak gaduh oleh satu rumor besar: Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, disebut-sebut tewas setelah terkena serangan balasan rudal dari Iran.
Kabar tersebut menyebar cepat di berbagai platform media sosial, lengkap dengan spekulasi yang berkembang seperti bola salju mulai dari dugaan korban serangan militer hingga teori bahwa kematiannya sengaja ditutupi oleh pemerintah Israel.
Namun hingga kini, rumor itu masih berada di wilayah spekulasi.
Kantor Perdana Menteri Israel menolak klaim tersebut dan menegaskan bahwa Netanyahu dalam kondisi baik.
Pernyataan tersebut muncul setelah kantor berita Turki, Anadolu Agency, mencoba menelusuri kebenaran kabar yang ramai beredar tersebut.
Melalui korespondennya di Tel Aviv, Anadolu melaporkan bahwa otoritas Israel secara resmi membantah kabar kematian Netanyahu.
Menurut pernyataan yang dikutip kantor berita itu, informasi yang beredar di media sosial disebut sebagai berita palsu.
“Perdana menteri dalam kondisi baik,” demikian tanggapan dari kantor pemerintah Israel terhadap kabar yang beredar.
Hilang dari Panggung, Rumor Pun Datang
Meski dibantah, spekulasi tidak serta-merta mereda.
Rumor semakin berkembang karena Netanyahu tidak terlihat muncul dalam beberapa konferensi pers terbaru yang biasanya rutin digelar selama konflik berlangsung.
Sejak perang terbuka antara Israel dan Iran pecah pada 28 Februari 2026, Netanyahu sebelumnya kerap tampil di berbagai media untuk menyampaikan perkembangan situasi perang.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”









