Namun dalam beberapa hari terakhir, sosoknya tidak terlihat dalam forum publik maupun konferensi pers resmi.
Kondisi ini memicu berbagai teori di internet mulai dari dugaan masalah kesehatan hingga spekulasi bahwa ia telah menjadi korban serangan militer.
Video yang Justru Memicu Pertanyaan
Pada 13 Maret 2026, Netanyahu sempat muncul melalui sebuah video yang disiarkan pemerintah Israel untuk menyampaikan perkembangan konflik.
Alih-alih meredakan rumor, video tersebut justru memicu perdebatan baru.
Sejumlah pengguna media sosial menuduh rekaman itu dibuat menggunakan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence.
Beberapa analis daring bahkan menilai video tersebut disiapkan untuk menunjukkan bahwa Netanyahu masih hidup.
Namun klaim tersebut tidak pernah dibuktikan secara resmi.
Baca Juga : Rudal, Retorika, dan Realitas Perang: Janji Sejati yang Terbang Tinggi, Kengerian yang Mendarat Keras
Pernyataan Resmi yang Sempat Menghilang
Pada hari yang sama, pemerintah Israel sempat mengunggah pernyataan di platform X mengenai kondisi Netanyahu.
Dalam pernyataan tersebut disebutkan bahwa rumor yang beredar belum dapat dikonfirmasi dan publik diminta menunggu informasi resmi.
Namun unggahan tersebut kemudian dilaporkan telah dihapus.
Langkah ini justru semakin memancing spekulasi di kalangan pengguna media sosial.
Perang yang Memperkeruh Situasi
Ketidakjelasan kabar tersebut terjadi di tengah konflik besar yang melibatkan Israel, Iran, dan Amerika Serikat.
Serangan militer gabungan Israel-AS terhadap Iran dimulai pada 28 Februari 2026 dengan ledakan dilaporkan terjadi di sejumlah kota Iran, termasuk Teheran, Qom, Isfahan, Kermanshah, dan Karaj.
Presiden AS Donald Trump menyatakan operasi militer tersebut bertujuan menghilangkan ancaman dari Iran dan melindungi kepentingan Amerika.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










