Dari dermaga panjang yang mampu menampung kapal tanker raksasa, minyak itu kemudian dikirim ke berbagai pasar dunia.
Karena kontrol militer yang ketat, sebagian warga Iran bahkan menjuluki lokasi ini sebagai “pulau terlarang”.
2. Mesin Uang Negara
Peran Kharg dalam ekonomi Iran sudah lama dikenal. Bahkan sebuah dokumen intelijen Central Intelligence Agency dari tahun 1984 menyebut fasilitas di pulau ini sebagai elemen paling vital dalam sistem minyak Iran.
Produksi energi Iran sendiri menyumbang sekitar 4,5 persen pasokan minyak dunia.
Negara tersebut memproduksi sekitar 3,3 juta barel minyak mentah per hari serta tambahan 1,3 juta barel kondensat dan cairan energi lainnya.
Menurut pemantauan lembaga pelacak tanker minyak TankerTrackers.com, aktivitas pengiriman minyak dari Kharg terus berlangsung bahkan setelah konflik militer pecah.
Menariknya, ekspor minyak dari pulau ini justru meningkat menjelang serangan militer terbaru, menurut analisis bank investasi JPMorgan.
Baca Juga : Ketika Rudal Terbang, Harga BBM di 10 Negara Ikut Melayang
3. Gudang Energi Raksasa
Selain sebagai terminal ekspor, Kharg juga berfungsi sebagai pusat penyimpanan minyak mentah.
Kapasitas penyimpanan pulau tersebut diperkirakan mencapai sekitar 30 juta barel.
Data dari perusahaan analisis perdagangan energi Kpler menunjukkan sekitar 18 juta barel minyak mentah saat ini tersimpan di fasilitas tersebut.
Artinya, satu pulau kecil ini menyimpan cadangan energi yang nilainya dapat mempengaruhi stabilitas pasar global.
4. Serangan yang Mengubah Taruhan
Presiden Trump menyebut operasi militer di Kharg sebagai salah satu serangan udara terbesar yang pernah dilakukan AS di kawasan Timur Tengah.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










