LOCUSONLINE, GARUT – Di tengah memanasnya konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah, pemerintah Iran mengirim pesan yang terdengar seperti pengumuman lalu lintas laut, Selat Hormuz masih bisa dilalui asal bukan kapal milik musuh.
Pernyataan itu disampaikan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, yang menegaskan bahwa jalur pelayaran strategis tersebut tetap terbuka bagi kapal dari negara yang tidak terlibat dalam konflik melawan Iran.
Menurut Araghchi, pembatasan hanya berlaku bagi kapal tanker dan kapal milik negara yang dianggap memusuhi Iran, termasuk Amerika Serikat, Israel, dan sekutu mereka.
Ia menyatakan kapal dari negara lain masih dipersilakan melintas, meskipun sejumlah negara memilih menghindari jalur tersebut karena pertimbangan keamanan.
Araghchi menegaskan bahwa keputusan sebagian negara untuk tidak melewati selat tersebut bukan disebabkan oleh kebijakan Iran, melainkan kekhawatiran terhadap kondisi keamanan kawasan.
Meski begitu, ia mengklaim aktivitas pelayaran di jalur tersebut belum sepenuhnya berhenti. Sejumlah kapal tanker dan kapal dagang disebut masih melintasi selat yang menjadi jalur vital perdagangan energi dunia itu.
Setidaknya kapal dari India dan China dilaporkan berhasil melintas dengan aman.
Selat Hormuz sendiri memiliki peran strategis bagi perekonomian global. Sekitar 20 persen pasokan minyak mentah dunia melewati jalur laut sempit tersebut setiap harinya.
Gangguan terhadap lalu lintas kapal di kawasan itu langsung berdampak pada pasar energi global.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”












