LOCUSONLINE, GARUT – Ketika konflik militer di Timur Tengah memasuki hari ke-15, Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan satu kesimpulan yang terdengar sederhana, katanya Iran sudah kalah.
Pernyataan tersebut disampaikan Trump melalui platform media sosial miliknya, Truth Social, pada Sabtu (14/3/2026).
Dalam unggahan tersebut, Trump memuji performa militer Amerika Serikat dan menuduh media tidak memberitakan secara adil keberhasilan operasi militer Washington dalam konflik yang melibatkan Iran dan Israel.
Menurut Trump, Iran disebut telah mengalami kekalahan besar dan disebut sedang mencari jalan untuk membuat kesepakatan.
Namun ia menegaskan bahwa kesepakatan semacam itu belum tentu akan diterima oleh pemerintahannya.
Pernyataan tersebut muncul tidak lama setelah militer AS menyerang fasilitas militer di Pulau Kharg yang berada di kawasan Teluk Persia.
Pulau ini dikenal sebagai pusat utama ekspor minyak Iran.
Trump menyatakan target militer di pulau tersebut berhasil dihancurkan, tetapi fasilitas energi sengaja tidak diserang.
Langkah itu, menurutnya, dilakukan sebagai bentuk peringatan.
Washington mengisyaratkan bahwa infrastruktur energi Iran dapat menjadi sasaran berikutnya apabila Teheran terus mengganggu lalu lintas kapal di Selat Hormuz.
Jalur laut sempit itu merupakan salah satu rute paling strategis bagi perdagangan energi dunia, dengan sekitar 20 persen minyak mentah global melintas setiap hari.
Perang yang semula terpusat di Iran kini mulai merembet ke negara-negara lain di kawasan Teluk.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”











