LOCUSONLINE, GARUT – Ketika harga minyak dunia kembali menanjak seperti roket, Gedung Putih tampaknya mulai menghitung ulang siapa saja yang harus ikut memadamkan api di kawasan Teluk. Presiden Amerika Serikat Donald Trump pun melontarkan pesan yang cukup jelas: jika semua negara menikmati aliran minyak dari Selat Hormuz, maka semua juga seharusnya ikut menjaga jalur tersebut tetap aman.
Dalam wawancara dengan Financial Times yang dipublikasikan pada Minggu (15/3/2026), Trump menyatakan bahwa negara-negara Eropa dan China seharusnya mengambil peran lebih besar dalam menjaga stabilitas kawasan tersebut.
Menurutnya, kedua pihak merupakan pihak yang paling banyak mendapat manfaat dari jalur pelayaran energi tersebut.
Trump menyebut negara-negara yang memperoleh keuntungan dari arus minyak melalui Selat Hormuz memiliki tanggung jawab untuk memastikan jalur strategis tersebut tidak terganggu oleh konflik.
Pernyataan itu disampaikan di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Konflik antara Iran dengan koalisi yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel telah memasuki pekan ketiga dan memicu kekhawatiran terhadap stabilitas pasokan energi global.
Lonjakan ketegangan tersebut langsung tercermin di pasar energi. Harga minyak mentah Amerika Serikat dilaporkan menembus angka 100 dolar AS per barel ketika perdagangan dibuka pada Minggu malam.
Baca Juga : Selat Hormuz Buka Tutup Ala Iran: Lewat Boleh, Asal Bukan Kapal Musuh
Dalam pernyataannya, Trump juga memberikan sinyal keras kepada sekutu Baratnya. Ia memperingatkan bahwa jika negara-negara Eropa memberikan respons negatif terhadap permintaan kerja sama tersebut, masa depan NATO dapat menghadapi situasi yang tidak menguntungkan.

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










