Andi Gani juga mengungkapkan bahwa kisah perjuangan konveksi rumahan itu telah disampaikan kepada Kepala Kepolisian RI, Listyo Sigit Prabowo. Ia berharap Kapolri suatu saat dapat berkunjung langsung ke Garut untuk melihat bagaimana mantan buruh berusaha menyelamatkan masa depan mereka sendiri.
Selain dukungan moral, KSPSI menyiapkan program peningkatan keterampilan bagi pekerja yang terdampak PHK. Program tersebut mencakup pelatihan teknologi hingga pemasaran digital, yang rencananya digelar di pusat pendidikan dan pelatihan KSPSI di Purwakarta.
Pusat pelatihan tersebut dijadwalkan diresmikan pada Juni mendatang oleh Presiden. Setelah peresmian, pelatihan komputer dan digital marketing direncanakan mulai berjalan pada Juli.
Andi Gani juga menyampaikan pesan kepada para pekerja yang mengalami PHK agar tidak menyerah menghadapi situasi ekonomi yang sulit.
Dalam kunjungan tersebut, ia turut menyerahkan bantuan berupa uang tunai kepada rumah konveksi Karirap. Bantuan itu diterima langsung oleh Andri Hidayatullah sebagai pengelola usaha.
Karirap sendiri merupakan inisiatif Andri Hidayatullah yang mencoba mengubah nasib pahit PHK menjadi peluang kerja baru. Usaha konveksi ini memproduksi pesanan maklun dari sejumlah perusahaan garmen di Bandung, Tasikmalaya, Purwakarta, dan Garut.
Walau masih berskala rumahan, usaha tersebut kini mampu memberikan pekerjaan bagi puluhan mantan buruh yang sebelumnya kehilangan penghasilan.
Andri memastikan seluruh pekerja yang terlibat juga telah didaftarkan dalam program BPJS Ketenagakerjaan, termasuk perlindungan Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK) dan Jaminan Kematian (JKM).

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










