Riki kemudian dibawa ke kantor Polsek Wanaraja untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Dalam proses pemeriksaan awal, ia mengakui perbuatannya melempar batu ke arah masjid.
Menurut keterangan yang disampaikan kepada penyidik, tindakan tersebut dipicu oleh rasa kesal serta adanya bisikan yang ia rasakan.
Saat ini, pelaku tengah menjalani pemeriksaan kondisi kesehatan di rumah sakit guna memastikan kondisi psikologisnya.
Secara kasatmata, menurut polisi, yang bersangkutan terlihat sehat dan dapat berkomunikasi dengan baik. Namun berdasarkan informasi dari pihak keluarga, Riki disebut memiliki riwayat gangguan kejiwaan yang diduga berkaitan dengan faktor keturunan.
Peristiwa ini tidak menimbulkan korban jiwa, namun sempat mengejutkan jemaah yang sedang menjalankan ibadah Tarawih.
Di tengah bulan Ramadan yang identik dengan suasana tenang dan penuh ibadah, kejadian tersebut menjadi pengingat bahwa kadang-kadang gangguan tidak selalu datang dari hal besar kadang cukup dari satu batu yang datang di waktu yang salah.*****

“Jangan tunggu mampu dulu untuk memberi, tidak usah sempat dulu untuk berbuat baik”










